Persiapan memasuki bulan puasa lanjutnya, tentu mereka (WBP) sudah harus melatih diri, yaitu puasanya, mengajinya, baca qur’annya, shalawat dan dzikirnya.
Dalam kunjungan ke-276 dari 16 Provinsi, Ustadz KH Abdurahman berharap WBP di Lapas dan Rutan diseluruh Indonesia bisa membaca Al-Qur’an (mengaji) dan menjaga sholat berjamaah.
Yang pertama, ia berharap pada semua Lapas dan Rutan yang didatangi adalah bagaimana WBP itu bisa mengaji. Karena, hari ini orang Islam kalau ditanya kenapa tidak sholat, rata-rata jawabannya tidak bisa mengaji. Jadi kalau mereka bisa mengaji, otomatis 95% dia sholat,
“Yang kedua, bagaimana WBP supaya bisa menjaga sholat berjamaah, karena sholat berjamaah itu suatu keberkahan yang diberikan Allah SWT. itu yang kita harapkan,” pungkasnya.
Sementara itu, Amico Balalembang selaku Kalapas Kelas IIB Banjarbaru mengatakan bahwa kegiatan ini rutin dilaksanakan sebagai bentuk pembinaan kerohanian agama islam bagi WBP.
Dia menjelaskan bahwa, kegiatan kerohanian seperti ini rutin dilakukan, namun menjelang Ramadhan ditambah porsi kegiatannya, seperti program reintegrasi sosial, yakni pesantren Ramadhan.
“Semoga dapat memotivasi para WBP untuk memperbaiki diri menjadi pribadi yang lebih baik lagi sebagai bekal berada ditengah masyarakat nantinya,”harap Kalapas Amico.
Safari Dakwah Ustadz KH Abdurahman juga diikuti para Pejabat struktural dan Pegawai Lapas Banjarbaru ditutup dengan do’a bersama seluruh jamaah yang hadir di Masjid Al-Ikhlas.
Editor: Eddy Dharmawan




















