PAM Bandarmasih Tempuh Jalur Hukum, Oknum Perusak Valve Diburu

Salah satu Valve milik PAM Bandarmasih (Foto : PAM Bandarmasih)

Wartaniaga.com, Banjarmasin – PAM Bandarmasih mengambil langkah tegas dengan menempuh jalur hukum terhadap oknum yang kedapatan merusak dan menutup valve distribusi air secara ilegal. Tindakan ini dinilai sangat merugikan perusahaan sekaligus mengganggu layanan air bersih bagi masyarakat.

Sebagai langkah pencegahan, PAM Bandarmasih akan memperketat pengamanan di seluruh titik valve distribusi di Kota Banjarmasin. Upaya ini dilakukan menyusul berulangnya aksi tidak bertanggung jawab yang sengaja menutup valve dan menghambat distribusi air.

Manager TRD PAM Bandarmasih, Helmie Ansyari, dalam rilisnya yang diterima media ini, Kamis (23/4), mengungkapkan bahwa pihaknya telah tiga kali menemukan kasus serupa.

“Valve diameter 500 mm di depan Komplek Rawasari sudah dua kali ditutup, dan valve diameter 300 mm di Jalan Sungai Gampa satu kali,” ujarnya.

Meski valve tersebut telah dimodifikasi agar hanya bisa dibuka menggunakan kunci khusus, ternyata masih ada oknum yang mampu memanipulasinya.

Hal ini mendorong PAM Bandarmasih untuk meningkatkan sistem keamanan, termasuk pemasangan pengaman tambahan dan patroli rutin di titik-titik rawan.

“Kami akan tingkatkan pengawasan. Jika ke depan ditemukan bukti yang kuat, pelaku akan diproses sesuai hukum yang berlaku,” tegas Helmie.

Ia menambahkan, valve merupakan objek vital dalam sistem distribusi air bersih. Fungsinya untuk mengatur dan meratakan aliran air ke pelanggan. Penutupan valve secara sembarangan dapat menyebabkan sejumlah wilayah kehilangan pasokan air.

Tak hanya itu, tindakan ilegal tersebut juga berpotensi merusak jaringan perpipaan akibat tekanan air yang tidak terkendali, bahkan bisa memicu pecahnya pipa.

“Penutupan valve tanpa perhitungan sangat berisiko. Dampaknya bukan hanya pada distribusi air, tetapi juga bisa merusak infrastruktur dan merugikan banyak pihak,” jelasnya.

PAM Bandarmasih pun mengajak masyarakat untuk turut berperan aktif menjaga jaringan perpipaan. Warga diminta segera melaporkan jika melihat aktivitas mencurigakan yang berpotensi merusak fasilitas distribusi air.

“Dengan dukungan masyarakat, kita harapkan distribusi air bersih dapat berjalan aman, lancar, dan merata,” pungkasnya.

Editor : Eddy Dharmawan

Pos terkait