Wartaniaga.com, Banjarbaru – Rumah Sakit Islam (RSI) Sultan Agung menggelar seminar awam dan Prostat Spesifik Antigen (PSA) Screening tentang proteksi dini terhadap kanker prostat diruang Diklat lt 2 RS.
“Peserta sebanyak 14 orang dengan umur diatas 50 tahun, sebelumnya dilakukan PSA dan hasilnya akan dikirim melalui nomor handphone saat mendaftarkan diri mengikuti seminar,”ujar dr Eka Yudha Rahman MKes Sp.U(K) selaku ketua panitia pelaksana. (27/11)
Dia menambahkan kegiatan offline ini diselenggarakan pertama kali setelah pandemi, sebelumnya hanya melalui webinar atau tanpa tatap muka. Bekerja sama dengan Astra Zenica sebagai penyedia PSA dibantu oleh para nakes RSI Sultan Agung.
“Semoga kegiatan ini berkelanjutan, bisa bermanfaat bagi masyarakat sekitar serta karyawan atau keluarga dalam mendeteksi secara dini gejala kanker prostat yang sangat berbahaya bahkan mengalami kematian,”tutupnya.
Ketua Komite RSI Sultan Agung, dr Deddy Rayidan Yulizar Sp.U yang didaulat menjadi moderator mengatakan bahwa dengan seminar ini masyarakat lebih mengetahui kasus secara dini.
“Dengan jargon RSI Sultan Agung Melayani Kesehatan Secara Profesional dan Inovatif, seperti menyiapkan gizi makanan sehat, halal dan barokah, konsultasi keagamaan misalnya panduan Tayamum dan lainnya yang membantu pasien,”ungkapnya.
Sementara itu, dr Akmal Fawzi Yusril Umam Sp.U sebagai nara sumber mengatakan bahwa kasus kanker prostat di Indonesia termasuk nomor 2 terbesar setelah Paru-paru yang menempati rangking pertama.
“Munculnya benjolan yang keras pada prostat biasanya pada usia 66 tahun, factor penyebab adalah Usia, Genitik, Riwayat Keluarga, Ras/Etnik, Infeksi atau radang. Merokok, Obesitas dan Diet,”ujarnya.
Untuk mencegah hal itu terjadi lanjutnya, diusia 50 tahun keatas kita harus mempunyai pola hidup sehat jangan makan makanan berlemak berlebihan, konsumsi buah warna merah seperti strawberry, papaya atau kacang kedelai.
“Dan sebaiknya kita periksa dini, terutama diusia 50 tahun keatas pada laki-laki dengan PSA Screening di Rumah Sakit atau Laboratorium kesehatan,”pungkasnya.
Editor : Eddy Dharmawan





















