Bersama Kementan, Petani Millenial Kalsel Siap Atasi Krisis Pangan Global

Senada dengan Saidillah, Taufiq mengungkapkan bahwa penghargaan tersebut baginya adalah sebuah tugas besar, dan ia terima dengan penuh rasa bahagia atas perhatian dari kinerja seluruh tim di Kabupaten Banjar.

“Penghargaan ini adalah sebuah tugas besar bagi saya, terutama untuk meningklatkan kinerja semakin baik dan baik lagi, terutama dalam mengatisipasi krisis pangan global.” Kata Taufiq, Financial Advisor (FA) Program YESS dari Kabupaten Banjar yang merupakan peraih penghargaan untuk kategori Financial Advisor terbaik.

Taufiq menambahkan, penghargaan ini juga adalah bentuk apresiasi pemerintah, terutama kementan atas kinerja seluruh tim di Kab. Banjar.

Pun demikian dengan Rina, Fasilitator Muda asal Kab. Tanah Bumbu. Peraih predikat terbaik untuk kategori Fasilitator Muda ini mengungkapkan “dengan penghargaan /apresiasi ini, kami merasa sangat bangga dan bahagia, dan menjadi support yg luar biasa dalam melakukan pendampingan kepada para peserta program YESS di daerah dengan harapan akan tercipta regenerasi petani, berbasis teknologi dan informasi, berwawasan usaha dan berwawasan ekspor.” Ungkapnya.

Selain itu, untuk kategori Mobilizer terbaik di raih oleh M. Fajar Reza Setiawan dari Kabupaten Banjar.

Sarasehan Petani Milenial 2022 merupakan pertemuan Petani Milenial, Petani dan Penyuluh dengan mengusung kegiatan yang inovatif dan kolaboratif dalam penumbuhan wirausaha muda pertanian dan mendukung upaya penguatan ketahanan pangan nasional.

Adapun tujuan dari penyelenggaraan Sarasehan Petani Milenial 2 tahun 2022 ini yakni menumbuhkan peran aktif petani milenial, petani dan penyuluh dalam peningkatan produksi dan daya saing produk pertanian, pengembangan ekosistem kewirausahaan pertanian, membangun jejaring petani milenial antar wilayah, serta sebagai upaya antisipasi krisis pangan.

Sumber : Timhumassmkppbjb

Pos terkait