Karhutla Banjarbaru Belum Reda, Luas Lahan Terbakar Tembus 1.263 Hektare

Kondisi terkini, kabut asap akibat karhutla di Kecamatan Cempaka Banjarbaru (Foto : MCBjB)

Wartaniaga.com, Banjarbaru – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Banjarbaru belum sepenuhnya mereda. Meski jumlah titik panas atau hotspot mulai menunjukkan penurunan, luasan lahan yang terdampak justru terus bertambah hingga mencapai 1.263,2 hektare dalam dua bulan terakhir.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarbaru, Zaini Syahranie, mengatakan berkurangnya titik api menjadi sinyal positif dalam upaya penanganan karhutla. Namun, kondisi tersebut belum dapat disebut aman sepenuhnya.

Pasalnya, hotspot baru masih bermunculan di sejumlah wilayah, terutama Kecamatan Cempaka.

“Yang jelas (titik api) pasti berkurang. Tetapi ada lagi hotspot (titik panas) baru yang muncul di daerah Kecamatan Cempaka,” ujar Zaini, Rabu (2/9).

Kalak BPBD Kota Banjarbaru Zaini Syahranie dalam satu kesempatan (Foto : Ist)

Berdasarkan data BPBD Kota Banjarbaru, saat ini terdapat dua hotspot kategori tinggi yang terpantau di Kecamatan Cempaka. Sementara itu, hotspot dengan kategori lainnya juga masih ditemukan di Kecamatan Landasan Ulin dan Liang Anggang.

Untuk memperkuat penanganan di lapangan, BPBD Kota Banjarbaru telah mendirikan tiga posko karhutla di sejumlah titik strategis.

Satu posko berada di Jalan Tambak Buluh. Sementara dua posko lainnya berada di kawasan Jalan A Yani Kilometer 21, Kecamatan Liang Anggang.

Menurut Zaini, dua posko di kawasan Pal 21 dikelola oleh komunitas relawan di Liang Anggang. Para relawan bekerja berdasarkan pembagian wilayah masing-masing untuk mempercepat respons ketika terjadi kebakaran.

“Dua (posko) di Pal 21 yang dikelola oleh kawan-kawan komunitas Liang Anggang. Nah, di sana dia bekerja sesuai dengan wilayahnya masing-masing,” jelasnya.

Di tengah upaya pemadaman dan pencegahan meluasnya karhutla, persoalan asap masih menjadi tantangan tersendiri. Kabut asap kembali menyelimuti sejumlah kawasan di Kota Banjarbaru pada Rabu pagi.

Kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa meski titik api mulai berkurang, ancaman karhutla di Banjarbaru masih belum benar-benar berakhir. Penanganan di lapangan pun terus dilakukan untuk mencegah munculnya titik api baru sekaligus menekan dampak asap yang dirasakan masyarakat.

Editor : Eddy Dharmawan

Pos terkait