Cegah Karhutla, Pelindo Semprot Area Pelabuhan Basirih

Petugas dari Pelindo Reg 3 Sub Reg Kalimantan sedang melakukan pembasahan di area Pelabuhan Basirih (Foto : Ist)

Wartaniaga.com, Banjarmasin – Mengantisipasi meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah kondisi cuaca kering, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 Sub Regional Kalimantan melakukan penyemprotan air di sejumlah area Pelabuhan Basirih, Banjarmasin, Selasa (1/9).

Langkah preventif ini dilakukan untuk menjaga kelembapan kawasan, khususnya pada area terbuka dan lahan yang dinilai memiliki potensi mudah terbakar. Penyemprotan sekaligus menjadi bagian dari upaya Pelindo menjaga keamanan, keselamatan, dan kelancaran aktivitas di lingkungan pelabuhan.

Junior Manager Umum dan Humas Pelindo Regional 3 Sub Regional Kalimantan, Listio Margianto, mengatakan pencegahan menjadi langkah penting untuk menekan potensi munculnya titik api.

“Penyemprotan ini merupakan langkah antisipatif yang kami lakukan untuk menjaga kelembapan area yang dinilai memiliki potensi risiko kebakaran, terutama di tengah kondisi cuaca kering seperti saat ini,” ujar Listio.

Menurutnya, karhutla bukan hanya berdampak terhadap lingkungan, tetapi juga dapat menurunkan kualitas udara, mengganggu kesehatan masyarakat, hingga berpotensi menghambat aktivitas operasional apabila terjadi di sekitar kawasan pelabuhan.

Karena itu, Pelindo terus meningkatkan kewaspadaan melalui pemantauan kondisi lapangan dan melakukan langkah mitigasi sedini mungkin.

Tak hanya melakukan penyemprotan, Pelindo juga mengajak seluruh pekerja, mitra kerja, dan pengguna jasa di kawasan pelabuhan untuk ikut berperan dalam mencegah terjadinya kebakaran.

“Kami mengajak seluruh pihak di kawasan pelabuhan untuk bersama-sama menjaga lingkungan, tidak melakukan pembakaran terbuka, serta segera melaporkan apabila menemukan adanya asap maupun indikasi titik api agar dapat ditangani dengan cepat,” tambah Listio.

Pelindo Regional 3 Sub Regional Kalimantan menegaskan komitmennya untuk menjalankan operasional dengan mengedepankan aspek keselamatan, keamanan, dan perlindungan lingkungan.

Melalui langkah mitigasi dan kesiapsiagaan yang dilakukan secara berkelanjutan, potensi karhutla di sekitar wilayah kerja diharapkan dapat ditekan. Dengan demikian, aktivitas kepelabuhanan di Banjarmasin tetap berlangsung aman, lancar, dan tanpa terganggu ancaman kebakaran maupun asap.

Editor : Eddy Dharmawan

Pos terkait