Di Balik Sunyinya Pemakaman, Ada Pengabdian yang Tak Boleh Dilupakan, 464 Penjaga dan Penggali Makam di Banjarbaru Terima Insentif

Walikota Hj Lisa Halaby berikan insentif kepada 464 penjaga dan penggali makam (Foto : MCBjB)

Wartaniaga.com, Banjarbaru – Tak semua bentuk pengabdian berlangsung di ruang-ruang pemerintahan. Sebagian justru hadir dalam kesunyian, ketika keluarga tengah berduka dan harus mengantarkan orang tercinta menuju peristirahatan terakhir.

Mereka adalah para penjaga dan penggali makam yang tetap bekerja di tengah suasana duka. Dengan tugas yang kerap luput dari sorotan, mereka memastikan proses pemakaman berjalan tertib, layak dan lancar.

Pengabdian tersebut mendapat perhatian dari Pemerintah Kota Banjarbaru di bawah kepemimpinan Walikota Banjarbaru Hj Erna Lisa Halaby, melalui program pemberian insentif bagi penjaga dan penggali Tempat Pemakaman Bukan Umum (TPBU).

Pada 2026, sebanyak 464 orang tercatat sebagai penerima manfaat. Masing-masing mendapatkan insentif sebesar Rp150 ribu setiap tiga bulan.

Kebijakan ini menjadi salah satu bentuk perhatian pemerintah terhadap mereka yang menjalankan tugas pelayanan langsung kepada masyarakat, khususnya dalam menjaga dan memastikan keberlangsungan pelayanan pemakaman.

Kepala Bidang Sarana Utilitas Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kota Banjarbaru, Ir Yusuf Khoiruddin, mengatakan kebijakan tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap para penjaga dan penggali TPBU yang memiliki peran penting dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Penjaga dan penggali TPBU merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari penyelenggaraan pelayanan pemakaman karena melaksanakan tugas operasional di lapangan, antara lain menjaga dan memelihara lingkungan TPBU serta membantu pelaksanaan proses pemakaman masyarakat,” ujarnya, Rabu (2/9).

Ia menjelaskan, pemberian insentif tersebut merupakan kebijakan berkelanjutan Pemkot Banjarbaru untuk mendukung keberlangsungan pelayanan pemakaman sekaligus meningkatkan motivasi dan tanggung jawab para penjaga serta penggali makam.

“Program ini diharapkan dapat meningkatkan motivasi dan tanggung jawab penjaga serta penggali TPBU, sekaligus mendukung terwujudnya pelayanan pemakaman yang tertib, layak, responsif, dan berkelanjutan,” katanya.

Pengabdian yang Hadir Saat Duka

Bagi para penerima, bantuan tersebut bukan sekadar angka yang diterima setiap tiga bulan.

Di balik nominal Rp150 ribu, terdapat kebutuhan keluarga yang bisa sedikit terbantu. Lebih dari itu, insentif tersebut menjadi bentuk penghargaan terhadap pekerjaan yang selama ini dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

Ketika sebagian besar orang hadir di pemakaman sebagai keluarga, kerabat atau pelayat, para penjaga dan penggali makam hadir dengan tugas yang harus diselesaikan.

Mereka bekerja ketika suasana sedang penuh kesedihan. Mereka memastikan liang lahat siap, lingkungan makam terjaga dan proses pemakaman dapat berlangsung sebagaimana mestinya.

Pekerjaan itu mungkin tidak selalu terlihat. Tidak pula banyak mendapat sorotan.

Namun, di setiap pemakaman, selalu ada tangan-tangan yang bekerja dalam diam agar seseorang dapat dimakamkan dengan layak dan keluarga yang ditinggalkan dapat menjalani prosesi terakhir dengan lebih tertib.

Melalui pemberian insentif tersebut, Pemkot Banjarbaru menunjukkan perhatian terhadap para penjaga dan penggali TPBU yang selama ini menjadi bagian penting dalam pelayanan kepada masyarakat.

Sebuah bentuk perhatian untuk mereka yang mengabdikan diri di tempat paling sunyi, saat orang lain sedang menghadapi kehilangan.

Editor : Eddy Dharmawan

Pos terkait