Bupati Banjar Sampaikan Rencana Penambahan Modal pada Bank Kalsel saat Rapat Paripurna DPRD

  • Whatsapp

Wartaniaga.com, Banjarmasin- Komitmen Pemerintah Kabupaten Banjar untuk memberikan dukungan terhadap upaya penambahan modal Bank Kalsel, ditunjukkan dengan penyampaian Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kabupaten Banjar pada hari ini dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Banjar.

Kegiatan dipimpin langsung oleh Wakil DPRD Kabupaten Banjar, Akhmad Rizanie Anshari, ST., dan H.Akhmad Zacky Hafizie, SH.,MH., dengan dihadiri para Anggota Dewan beserta tamu undangan lainnya.


Dalam penyampaiannya, Saidi Mansyur selaku Bupati Kabupaten Banjar menerangkan bahwa  dukungan tersebut dilakukan sebagai bentuk komitmen dalam mendukung upaya pemenuhan ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) nomor 12/POJK.03/2020 yang mewajibkan Bank Kalsel  memenuhi modal inti minimum paling sedikit Rp3 triliun paling lambat 31 Desember 2024.

“Dukungan terhadap Bank Kalsel dilakukan sebagai upaya mendukung penguatan struktur
permodalan, daya saing dan kinerja Bank Kalsel, meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan perekonomian daerah, aksesibilitas masyarakat terhadap layanan perbankan, serta peningkatan Pendapatan Asli Daerah melalui perolehan dividen” terangnya.

BACA JUGA:  Lanud Sjamsudin Noor Gelar Tes Psikologi PPDB SMA Pradita Dirgantara

Pada kesempatan ini, Direktur Bisnis Bank Kalsel, Fachrudin, dengan didampingi Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan dan Kepala Cabang Martapura, Suriadi dan Iwan, turut hadir secara langsung untuk mendengarkan penyampaian Raperda tersebut.

Selepas kegiatan, Fachrudin mengamini adanya kewajiban yang harus dipenuhi atas ketentuan yang telah ditetapkan oleh regulator.

Atas hal ini, telah dibuat skenario pemenuhan modal yang telah disampaikan kepada seluruh Pemegang Saham dan tetap menjaga porsi pada masing- masing Pemegang Saham.

“Khusus untuk Kabupaten Banjar, berdasarkan skenario yang telah kami susun, perhitungan porsi minimal penambahan modal yang harus dipenuhi adalah sebesar Rp15 milyar. Namun, dengan adanya komitmen yang kuat dari Pemkab. Banjar, terutama dari Bupati Banjar untuk meningkatkan porsi ini, Alhamdulillah pada hari ini sudah diajukan ke DPRD Banjar untuk penyertaan modal daerah sebesar Rp38.250.000.000,- (tiga puluh delapan milyar dua ratus lima puluh juta rupiah). Total penyertaan modal tersebut akan diberikan setiap tahunnya, terhitung dari tahun 2022 sampai dengan tahun 2024,” ungkap Fachrudin.

BACA JUGA:  Pemprov Kalsel Siapkan Anggaran Rp 200 Milyar Tangani Covid-19

Disamping penyertaan modal yang dilakukan melalui anggaran daerah, Pemkab. Banjar juga akan melakukan penyertaan modal melalui aset yang dimiliki oleh daerah.

“Penambahan modal juga dilakukan melalui penyertaan aset daerah, yang mana saat ini sedang dalam proses apraisal oleh Pemkab Banjar.

Apabila dikalkulasi, jumlah penyertaan modal Kabupaten Banjar tentunya jauh melebih porsi skenario minimal yang ditetapkan”tambahnya.

Saat ini, posisi Modal Inti Bank Kalsel per 31 Mei 2022 tercatat sebesar Rp1,94 triliun, menunjukkan progres yang positif dibandingkan tahun sebelumnya.

Komitmen yang ditunjukkan oleh Pemkab Banjar tentunya patut disyukuri dan menjadi angin segar yang menambah optimisme Bank Kalsel untuk mewujudkan kewajiban pemenuhan Modal Inti Minimum yang ditetapkan regulator.

BACA JUGA:  Peringati Hari Pahlawan, Tenaga Kesehatan Banjarmasin Akan Diberi Penghargaan

“Pada kesempatan ini, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya, khususnya kepada Pemkab Banjar atas komitmen dan dukungan yang diberikan kepada Bank Kalsel. Tak terkecuali juga kepada seluruh Pemegang Saham serta DPRD Provinsi maupun Kabupaten/Kota yang senantiasa menjaga asa Bank Kalsel dalam upaya pemenuhan kewajiban yang ditetapkan regulator. Besarnya dukungan ini akan kami tindaklanjuti dengan komitmen memberikan layanan terbaik, sebagaimana tagline kami Setia Melayani, Melaju Bersama” pungkas Fachrudin.

Editor: Aditya

L

Pos terkait