Penutupan Jalan Hauling Km 101, Pengamat : Jangan Gunakan Jalan Negara

  • Whatsapp

Wartaniaga.com, Banjarmasin- Polemik penutupan jalan Hauling Kilometer 101 Soato Tatakan Kabupaten Tapin mendapatkan perhatian pengamat hukum dan pemerhati kebijakan publik, DR Pazri SH MH.

Menurutnya pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) harus bijak mencari solusi terbaik untuk penyelesaian permasalahan tersebut.

Sesuai peraturan daerah provinsi Kalsel nomor 3 tahun 2012 tentang perubahan atas peraturan daerah provinsi Kalimantan Selatan nomor 3 tahun 2008 tentang pengaturan penggunaan jalan umum dan jalan khusus untuk angkutan hasil tambang dan hasil perusahaan perkebunan.

“Jelas tidak boleh kalau mereka mau pakai jalan negara, selain mengganggu ketertiban umum, Kalsel punya Perda yang mengatur itu,” jelasnya.

Oleh karena itu, tambah Direktur Borneo Law Firm ini terhadap sengketa para perusahaan tersebut dirinya berharap, pemerintah harus bijak dalam menyelesaikan.

BACA JUGA:  Akhirnya "A Thousand Rivers" Jadi Branding Kota Banjarmasin

“Jangan sampai memunculkan masalah hukum baru serta merugikan masyarakat lebih luas,” tegasnya.

Adapun penutupan jalan tersebut imbas dari permasalahan antara PT Tapin Coal Terminal (TCT) dan PT Antang Gunung Meratus (AGM).

Sebelumnya, PT TCT dan PT AGM dipertemukan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kalsel untuk mencari solusi, namun setelah pemaparan dari keduabelah pihak, kata sepakat dan solusi belum juga diperoleh.

Editor : Aditya

Pos terkait