Wartaniaga.com, Banjarmasin- Rifki Azka masih mengenakan celana pendek yang basah saat menghampiri Wartaniaga.com. Maklum, sudah lebih dari 8 bulan ini pria penyandang Disabilitas tuna rungu ini bekerja sebagai pencuci sepeda motor.
Hingga pukul 14:30 wita ini sudah lebih 15 sepeda motor yang masuk ke pencuciannya. Bersama 3 rekannya sesama tuna rungu, pria yang biasa disapa Oerip ini mulai membuka usahanya ini pukul 08 : 30 hingga 17:00 wita.
Oerip, Ibrahim, Khaidir dan Eroh merupakan disablitas penerima bantuan CSR dari PT Pertamina melalui program Pertamina bersama Disabilitas Berkarya (Pertadaya).
Program ini dilincurkan Pertamina sejak 2019 yang lalu dan setahun kemarin mulai menyasar para penyandang disabilitas di kota Banjarmasin.
Setidaknya ada 40 orang anggota Gerkatin ( Gerakan untuk Kesejahteraan Tuna Rungu) kota Banjarmasin yang mendapatkan bantuan ini termasuk Oerip. Ia sendiri yang merupakan Ketua Gerkatin kota Banjarmasin.

Mereka dibagi menjadi 4 kelompok dengan masing-masing usahanya, mulai dari cuci motor, membuat kue, menjahit dan potong rambut.
Melalui usaha cuci motor ini, Oerip dan rekan-rekannya bisa membawa pulang Rp 50 ribu sampai Rp 100 ribu perhari, tergantung banyak tidaknya pelanggan.
Bagi Oerip nilai sangat berarti, ia bisa membantu keluarga dan kebutuhan hidupnya sehari-hari.
” Ini lebih dari cukup dan saya bersyukur sekarang punya pekerjaan ini,” katanya di kawasan Antasan Kecil Barat, Banjarmasin Tengah, Selasa (2/11) petang.
Bukan itu saja, dengan penghasilannya saat ini Oerip mampu menyisihkan penghasilannya.
” Alhamdulillah, saya sudah punya usaha sendiri, dari pendapatan ini saya bisa menghidupi anak dan istri. Sekarang anak saya sudah kuliah di Universitas Lambung Mangkurat semester pertama,”papar ayah satu anak ini didampingi sang istri Masriah yang juga sebagai penerjemah saat Wartaniaga.com berkomunikasi dengannya.
Bukan itu saja, saat ini Oerip bersama 3 rekannya ini sudah dapat mengembangkan usaha yang diberi nama cuci motor Oerip’z ini. Kini mereka juga memiliki usaha tambal ban yang sebagai pendukung cuci motor Oerip’z.
Senada dengan Oerip, Rusli yang juga penerima program Pertadaya Pertamina mengaku bersykur memperolah bantuan tersebut.
Rusli juga memiliki usaha cuci motor di kawasan Pekauman, Banjarmasin Selatan. Namun berbeda dengan Oerip, usahanya ini sudah dirintisnya sejak 6 tahun yang lalu. Bahkan, sebelum memiliki usaha sendiri Oerip sempat bekerja di sini.
Setelah mendapat bantuan dari Pertamina usaha cuci motor Rusli berkembang dan sekarang ia tidak pernah lagi terlibat mencuci motor pelanggan.
“ Dulu karyawan saya cuma 3 orang, sekarang sudah 6 orang,” katanya seraya mengungkapkan 4 orang dari mereka adalah disabilitas sama seperti dirinya.
Sekarang, tambah Rusli tidak kurang 40 sampai 50 sepeda motor yang masuk ke pencucian motornya. “ Syukurlah sekarang paling tidak sehari omset usaha kami Rp 1 juta sampai Rp 1,5 juta,” jelasnya.
Sementara itu Lisa yang mendapat bantuan peralatan salon dari program Pertadaya ini juga merasakan manfaat ekonominya. Meski tak sebesar apa yang didapat Oerip dan Rusli, ibu satu anak ini tetap bersyukur memiliki usaha potong rambut di rumahnya kawasan Handil Bakti, kabupaten Barito Kuala (Batola).
“ Dulu saya kerja ikut orang, sekarang buka salon sendiri melayani potong rambut, rebonding dan creambath,” ujarnya.




















