Wartaniaga.com, Banjarmasin- Pencairan dana hibah PON Papua sebesar Rp 10 miliar yang di anggaran dalam perubahan 2021 masih menunggu hasil evaluasi dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri).
Kepala Bakeuda Kalsel, Agus Dian Noor menjelaskan setelah anggaran perubahan 2021 kemarin sudah disetujui, kemudian dibawa ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
“Sekarang lagi proses evaluasi Mendagri,” ucapnya, Senin (20/9).
Dirinya mengharapkan paling tidak 15 hari kedepan atau pun kurang dari waktu tersebut sudah keluar hasil evaluasi, kalau sudah keluar hasil evaluasinya, maka bisa terbitkan DPA, sehingga kami harapkan di awal Oktober bisa cair anggarannya.
“Anggaran itu mungkin bisa cair tidak sampai PON berakhir, kita perkirakan diakhir September,” bebernya.
Sementara itu, anggota DPRD Provinsi Kalimantan Selatan melalui Komisi IV, HM Luthfi Saifuddin mendesak (Bakeuda) segera mencairkan dana hibah untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua Tahun 2021 sebesar Rp10 miliar, apabila Daftar Pelaksanaan Anggaran (DPA) Perubahan 2021 sudah keluar.
Lanjut, dirinya sudah diskusi dengan pihak KONI Kalsel melalui sekretarisnya bahwa pihak KONI dengan anggaran Rp10 miliar yang disiapkan Pemprov Kalsel memberangkatkan sebanyak 111 atlet ke PON Papua.
Lutfi melanjutkan karena itu kami sangat mengapresiasi Ketua Umum KONI Kalsel Bambang Heri Purnama yang berani mengambil keputusan bahwa seluruh atlet yang lolos Pra PON akan diberangkatkan ke Papua, salah satunya telah menyiapkan tiket untuk keberangkatan kontingen Kalsel ke PON Papua.
“Kami apresiasi komitmen Ketua Umum KONI Kalsel, yang memberangkatkan seluruh atlet yang lolos Pra PON, dengan resiko kekurangannya mungkin akan beliau tanggulangi,” imbuhnya.
Editor : Aditya



















