Kisruh di Balik Kenaikan Tarif Bandara Soekarno – Hatta Masih Diselidiki

  • Whatsapp

Menurut Adil Karim, di masa pandemi ini AP2 sebagai pengelola Bandara Udara Soekarno-Hatta seharusnya tidak menaikkan tarif. Dalam situasi perekonomian masih menurun akibat pandemi, AP2 diminta Adil jangan menaikan tarif.

“Seharusnya malah memberikan diskon,” tegasnya.

Sebagai BUMN, kata Adil, idealnya AP2 bertindak sebagai agen pembangunan, memberikan layanan publik yang terbaik, bukan menaikkan tarif dan membuat komponen tarif secara sepihak.

Menurut Adil, jika kenaikan ini terus berlangsung, selain beban anggotanya yang berjumlah sekitar 300 perusahaan bertambah tinggi dan mereka harus menalangi kekurangan dari tarif, sehingga mengganggu likuditas perusahan, pada akhirnya juga akan memperlemah daya saing ekspor Indonesia melalui udara.

Adil mengungkapkan pula, kendala yang dihadapi anggota ALFI cukup serius, yakni terbatasnya jalur penerbangan akibat berkurangnya pesawat, mengingat pengiriman barang melalui udara di Indonesia masih mengandalkan pesawat penumpang, bukan pesawat khusus pengangkut kargo (freighter).

BACA JUGA:  Menteri Suharso Beberkan VNR 2021 Kepada BPK

Sebelumnya di Bandara Soekarno Hatta cargo lebih banyak diangkut dengan pesawat penumpang, tapi kini berbalik. Akibat pandemi covid-19 pesawat penumpang melorot jauh dari rata-rata, sehiingga justru pesawat cargolah yang malah jadi andalan pengangkutan barang. Ada kenaikan barang sekitar 20% -25% yang dibewa pesawat cargo.

Dari data yang ada menunjukkan, traffic pergerakan penumpang di bandara Soekarno-Hatta selama diberlakunya PPKM per hari baru berkisar 20 ribu – 25 ribu penumpang. Setelah pandemi covid-19, tetapi sebelum diberlakukanya PPKM, pergerakan penunpang masih 50 ribu – 6O ribuan orang.

“Padahal sewaktu normal jumlah traficnya mencapai 150 ribu – 180 ribu per hari,” kata Yado.

Kalau urusan kebaikan tarif ini tidak segera dipecahkan, dikhawatirkan bakal berdampak juga kepada reputasi bandara Soekarno -Hatta. Kita nantikan hasil penelitian dari Kantor Menko Maritin dan Investasi, Kementerian Perhubungan dan Kantor Meneg BUMN kenapa berbagai tarif di Bandara akhirnya naik.

BACA JUGA:  Joe Biden Diminta untuk Lajutkan Pembicaraan Damai dengan Korea Utara

Sumber : JMSI Pusat

Pos terkait