“Disinlah peran Fokal IMM sebagai katalisator dalam memediasi BSI dengan kehidupan ekonomi rakyat umumnya dan warga persyarikatan/AUM pada khususnya. Ini peluang emas bagi kita semua, bagi warga Fokal IMM untuk bersinergi, berkolaborasi, dan bermitra dengan BSI dalam membangun usaha anggota Fokal IMM, warga persyarikatan, AUM, dan umat Islam secara keseluruhan,” tegas Armyn.
Sementara itu, Direktur BSI, Koko Alun Akbar, mengatakan bahwa penetrasi perbankan syariah masih sangat rendah. Karena itu, peran elemen-elemen Muhammadiyah sangat strategis. Apalagi Indonesia merupakan negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia.
“Terima kasih kepada FOKAL IMM. Kami bangga bisa kolaborasi dengan FOKAL IMM. Ini merupakan bentuk sinergi dan kolaborasi yang nyata untuk kebangkitan ekonomi syariah Indonesia Kerjasama ini diharapkan menjadi energi baru,” ungkap Koko Alun Akbar, sambil memastikan Muhammadiyah dan FOKAL IMM akan terus menjadi mitra strategis
Koko Alun Akbar menambahkan, BSI berasal dari merger tiga bank syariah Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yakni PT Bank BRIsyariah Tbk (BRIS), PT Bank BNI Syariah (BNIS), dan PT Bank Syariah Mandiri (BSM). BSI pun memeliki komitmen terhadap segmen UMKM dengan penyaluran berbasis komunitas, berbasis pesantren, masjid, lembaga atau melalui program pola kerjasama Bapak dan Anak Angkat.
Tokoh FOKAL IMM yang juga Ketua PP Muhammadiyah, Buya Anwar Abbas, mengatakan bahwa bank Syariah harus berkeadilan dan bertujuan untuk kesejahteraan rakyat. Anwar Abbas pun berharap BSI memperhatikan dan mempedulikan pengusaha di level usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) sebab selama ini perbankan di Indonesia belum sepenuhnya memperhatikan UMKM.




















