Pemberdayaan Ekonomi Produktif Melalui Optimalisasi Dana Ziswaf

  • Whatsapp

Wartaniaga.com, Banjarmasin – Menyemarakkan kegiatan Festival Ekonomi Syariah Kawasan Timur Indonesia di Gorontalo pada 29 Juli 2021, KPw Bank Indonesia Kalimantan Selatan mengadakan webinar dengan materi “Pemberdayaan Ekonomi Produktif Melalui Optimalisasi Dana Ziswaf”.

Sebagai keynote speaker Kepala Perwakilan BI Provinsi Kalsel Amanlison Sembiring mengatakan bahwa urgensi pengembangan ekonomi syariah dilatarbelakangi oleh empat faktor utama pendorong ekonomi syariah global yaitu; (1) Pertumbuhan penduduk (muda) muslim yang tinggi, (2) Pertumbuhan ekonomi syariah yang tinggi dan cepat, (3) Negara-negara OIC (Organization Islamic Country) memfocuskan pada pengembangan pasar produk halal, dan (4) Nilai-nilai Etika Islam yang mendasari praktik bisnis dan lifestyle. Sehingga ekonomi syariah menjadi sumber pertumbuhan baru di dunia.

BACA JUGA:  Demi suksesi HPN, PWI Kalsel Gelar Do'a Bersama

Dia menyebutkan bahwa Tiongkok telah menjadi negara pengekspor baju muslim tertinggi ke Timur Tengah ; Korea Selatan memiliki visi menjadi destinasi wisata halal ; Jepang telah menjadikan industri halal sebagai contributor kunci di tahun 2020 ; Malaysia memiliki visi menjadi Pusat Industri Halal dan Keuangan Syariah Global 2020; Australia menjadi pemasok daging sapi halal terbesar ke Timur Tengah ; Inggris telah menjadikan London sebagai Pusat Keuangan Syariah di Barat ; United Arab Emirates (UAE) telah menjadikan Dubai sebagai ibukota Ekonomi Syariah ; dan Brazil menjadi Negara pemasok daging unggas halal terbesar ke Timur Tengah.

Di Indonesia sendiri pangsa pasar syariah memiliki potensi yang besar untuk pengembangan ekonomi dan keuangan syariah, mengingat Indonesia merupakan Negara berpenduduk muslim terbesar di dunia. Namun ditengah potensi yang dimiliki saat ini, peran Indonesia lebih kepada Big market bukan sebagai player. Dalam hal ini , porsi impor lebih besar dari ekspor untuk produk halalnya.

BACA JUGA:  Penyelenggara PSU Kalsel Diharapkan Bertindak Tegas Tindakan Kampanye

Amanlison menyebutkan ada 5 (lima) Key Succes Factors pengembangan ekonomi syariah, yaitu ; (1) Dukungan penuh pemerintah, (2) Dicanangkan sebagai program Nasional ; (3) Dibentuk badan khusus untuk Koordinasi Lintas Otoritas ; (4) Focus memanfaakan keunggulan Kompetitif suatu Negara, dan (5) Strategi Nasional mencakup Reformasi Struktural Pemerintah maupun Paradigma Masyarakat.

“Untuk mewujudkan hal tersebut, Bank Indonesia bersama Pemerintah dan Otoritas terkait lainnya terus bersinergi dalam mendorong pengembangan ekonomi dan keuangan syariah, melalui kebijakan pengembangan ekonomi syariah nasional yang semakin focus,”ujar Amanlison.

L

Pos terkait