Wartaniaga.com, Banjarmasin- Aksi terorisme saat ini bukan hanya dilakukan oleh laki-laki dewasa saja, tetapi melibatkan anak-anak dan perempuan. Hal ini menjadi salah satu konsen dari Forum Koordinasi Penanggulangan Terorisme (FKPT) Kalimantan Selatan (Kalsel) dalam tugasnya mencegah terorisme di daerah.
Ketua FKPT Kalsel, Aliansyah Mahadi mengatakan aksi terorisme yang terjadi di Indonesia saat ini bukan hanya soal agama, tetapi juga karena faktor sosial dan ekonomi yang melibatkan wanita dan anak-anak di dalamnya.
“ Kita masih ingat bom Surabaya pada Desember 2018 yang lalu, dimana melibatkan satu keluarga. Ada ibu dan anak-anaknya,” ucap pria yang akrab dipanggil Didit ini, saat acara Ngobrol Pintar Cara FKPT Kalsel di Banjarmasin, Jum’at (11/12) malam.
Hal tersebut, lanjut Didit merupakan bukti terorisme sudah menyasar kaum perempuan dan anak-anak. “ Faktor ekonomi dan sosial yang sering menjadi dasar mereka mau melakukan aksi terorisme,” ucapnya.
Dikatakannya, FKPT Kalsel telah melakukan langkah pencegahan dengan melakukan koordinasi ke seluruh daerah di Kalsel, baik dengan pemerintah daerah, para tokoh agama, oragnisasi kemasyarakatan, jaringan perempuan dan lainnya.
Sementara itu, Kabid Perempuan dan Anak FKPT Kalsel, Mariatul Asyiah menjelaskan pihaknya memiliki program perempuan sebagai agen perdamaian. Dimana perempuan dilibatkan dalam berbagai diskusi dan penguatan literasi keagamaan.
“ Menguatkan daya tangkal, salah satunya memang dengan menguatkan pondasi ekonomi dan melibatkan perempuan di dalamnya,” jelasnya kepada Wartaniaga.
Menurutnya, pemerintah perlu memperhatikan tingkat kemandirian ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, setidaknya kebutuhan standar hidupnya terpenuhi.




















