Selain itu, beberapa strategi yang sudah dikembangkan pemerintah kota untuk menangani Covid-19 yakni edukasi tanpa henti, penegakan sanksi melalui peraturan walikota dan penguatan sumber daya tenaga kesehatan (para perawat dan dokter) serta di ujung-ujung tombak pelayanan kesehatan (Puskesmas) termasuk evaluasi berkelanjutan dan hadirnya Laboratorium Reaksi Berantai Polimerase (PCR) Rumah Sakit Sultan Suriansyah Banjarmasin yang resmi beroperasi.
Upaya ini kata dia sudah sangat terstruktur melalui dukungan APBD Kota Banjarmasin dengan melihat pada tiga aspek dampak yaitu dampak kesehatan, dampak sosial melalui jaring pengaman sosial dan dampak ekonomi.
“Jangan sampai bencana kesehatan menjadi bencana ekonomi bagi kita khususnya di Kota Banjarmasin hari ini,” tegasnya.
Oleh karena itu lanjut Ibnu geliat Kota Banjarmasin melalui upaya upaya ini sudah menemukan langkah-langkah yang benar dengan berhasil bertahan di zona hijau dalam dua pekan terakhir ini.
“Terimakasih atas segala upaya yang dilakukan semua pihak dalam mendukung penanganan Covid-19 di Kota Banjarmasin,” tutupnya.
Reporter : Aditya



















