Wartaniaga.com, Banjarmasin – Bank Kalsel bersiap memasuki babak baru dalam pengembangan bisnis perbankan dengan meluncurkan operasional Bank Devisa yang ditargetkan mulai beroperasi pada Juni 2026. Langkah strategis tersebut diyakini akan membuka peluang peningkatan pendapatan daerah sekaligus memperkuat dukungan pembiayaan bagi dunia usaha di Kalimantan Selatan.
Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin, mengatakan pihaknya optimistis status Bank Devisa akan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, termasuk memperluas akses layanan perbankan bagi pelaku usaha yang memiliki aktivitas transaksi internasional.
“Insya Allah bertepatan dengan Tahun Baru Islam pada bulan Juni 2026, Bank Kalsel akan meluncurkan operasional Bank Devisa,” ujar Fachrudin saat ditemui di sela kegiatan pemotongan hewan kurban di Banjarmasin, Kamis (28/5/2026).
Ia menjelaskan, saat ini seluruh persiapan operasional terus dimatangkan menjelang peluncuran yang direncanakan berlangsung pada 17 Juni 2026. Bank Kalsel juga tengah menunggu proses finalisasi perizinan dari regulator terkait.
“Persiapan sudah sangat matang. Kami berharap izin operasional dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia dapat segera terbit. Setelah itu, kami akan menggelar simulasi operasional dan mengundang media untuk melihat langsung layanan Bank Devisa yang akan dijalankan,” katanya.
Menurut Fachrudin, status sebagai Bank Devisa akan memberikan peluang yang lebih besar bagi Bank Kalsel untuk menghimpun dana dan mengembangkan berbagai layanan transaksi internasional, termasuk mendukung aktivitas ekspor-impor yang dilakukan pelaku usaha di Kalimantan Selatan.
Selain itu, keberadaan Bank Devisa juga diharapkan mampu meningkatkan kapasitas pembiayaan kepada sektor korporasi maupun usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menjadi salah satu penggerak utama perekonomian daerah.
“Dengan hadirnya layanan Bank Devisa, kami berharap dapat meningkatkan pendanaan yang kemudian disalurkan kembali dalam bentuk kredit dan pembiayaan produktif kepada berbagai sektor usaha. Dampaknya tentu akan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pendapatan Kalimantan Selatan,” jelasnya.
Bank Kalsel menilai transformasi menjadi Bank Devisa merupakan langkah penting dalam memperkuat daya saing sebagai bank pembangunan daerah. Selain memperluas layanan perbankan, status tersebut juga akan membuka peluang kerja sama yang lebih luas dengan berbagai mitra bisnis, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Dengan kesiapan yang terus dimatangkan, Bank Kalsel optimistis operasional Bank Devisa dapat menjadi momentum baru dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah, meningkatkan pelayanan kepada nasabah, serta memperkuat peran bank daerah dalam mendorong pertumbuhan investasi dan perdagangan di Kalimantan Selatan.
Editor: Aditya




















