Sinergi Pemangku Kepentingan, Kunci Pencegahan Karhutla

Kepedulian GAPKI akan karhutla bukan hanya sekedar tuntutan pemerintah, melainkan prioritisasi pengelolaan bisnis yang berkelanjutan. Terjadinya bencana karhutla hanya akan mengganggu pola bisnis jangka panjang, tidak hanya merusak image industri, sanksi hukum yang diterima walau tidak secara langsung terlibat dalam bencana karhutla tidaklah main-main.

Dengan terencana, GAPKI telah menyusun agenda sebagai upaya pencegahan dan pengendalian karhutla di perkebunan kelapa sawit melalui empat strategi utama diantaranya pencegahan, pemantauan, penanggulangan serta pemulihan. Dengan membentuk Gugus Tugas di setiap daerah, GAPKI melakukan berbagai pelatihan dan penyediaan fasilitas sebagai upaya persiapan menghadapi musim kemarau.

Joko Supriyono menuturkan “kita tidak cukup hanya dengan melindungi konsesi perusahaan, kita harus mulai melihat sekitar kita dan mulai mengalokasikan sumber daya yang dimiliki untuk memperbaiki lingkungan.”

Tindakan defensif yang hanya menyangkal tuduhan tidaklah cukup untuk mencegah terjadinya bencana. Joko Supriyono menegaskan diperlukan effort yang lebih besar bagi pelaku usaha untuk bersinergi dan membantu melakukan pencegahan karhutla baik di dalam maupun di sekitar konsesi perusahaan.

 

Rilis GAPKI

Pos terkait