Mengenal Sejarah 17 Mei, Proklamasi Kemerdekaan Rakyat Kalimantan

  • Whatsapp

Wartaniaga.com,Banjarmasin- Tanggal 17 Mei merupakan hari bersajarah bagi rakyat Kalimantan Selatan (Kalsel). Tercatat, 71 tahun silam, tepatnya 17 Mei 1949 rakyat  Kalsel memproklamasikan kemerdekaan dan menyatakan diri sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari wilayah Republik Indonesia.

“PROKLAMASI“

MERDEKA, DENGAN INI KAMI RAKYAT INDONESIA DI KALIMANTAN SELATAN, MEMPERMAKLUMKAN BERDIRINYA PEMERINTAHAN GUBERNUR TENTARA DARI “ALRI” MELINGKUNGI SELURUH DAERAH KALIMANTAN SELATAN MENJADI BAGIAN DARI REPUBLIK INDONESIA, UNTUK MEMENUHI ISI PROKLAMASI 17 AGUSTUS 1945 YANG DITANDATANGANI OLEH PRESIDEN SOEKARNO DAN WAKIL PRESIDEN MOHAMMAD HATTA. HAL-HAL YANG BERSANGKUTAN DENGAN PEMINDAHAN KEKUASAAN AKAN DIPERTAHANKAN DAN KALAU PERLU DIPERJUANGKAN SAMPAI TETES DARAH YANG PENGHABISAN.

TETAP MERDEKA ! KANDANGAN,17 MEI IV REP. ATAS NAMA RAKYAT INDONESIA DI KALIMANTAN SELATAN GUBERNUR TENTARA

BACA JUGA:  Peringati 12 Rabiul Awal, Banjarmasin Laksanakan Baayun Maulid

HASSAN BASRY

Inilah bunyi proklamasi rakyat Banjar, Kalsel pada tanggal 17 Mei 1949 yang dibacakan oleh Letnan Kolonel Hasan Basry dengan diiringi penaikan bendera merah putih.

Sejarah ALRI DIVISI IV Kalimantan

Berawal dari reaksi atas Perjanjian Linggarjati yang menyatakan hanya pulau jawa yang merupakan wilayah Republik Indonesia, maka pada tanggal 18 November 1946, Letnan Asli Zuhri dan Letnan Muda Mursyid menemui Hasan Basry di Haruyan, untuk membentuk Batalyon ALRI DIVISI IV (A) atau lebih dikenal masyarakat sebagai  ALRI DIVISI IV Kalimantan sebagai bagian dari ALRI DIVISI IV yang bermarkas di Tuban. Perintah dilaksanakan dengan menggabungkan beberapa organisasi kemiliteran yang ada di Kalimantan dan sebagai Komandan Batalyon ditetapkan Letnan Kolonel Hasan Basry, dengan markas di Haruyan. Dibentuknya kesatuan ini membuat operasi militer yang dilaksanakan dalam rangka mempertahankan kemerdekaan menjadi lebih terarah dan terpadu.

BACA JUGA:  19 Peserta Ganre HSU Masuki Grand Final

Dikutip dari wikipedia.org, pembentukan ALRI DIVISI IV  Kalimantan ini membuat Belanda beraksi dengan memperluas serangannya ke jantung-jantung yang dianggap sarang pejuang dan membumi hanguskan wilayah itu. Menghindari kontak langsung dengan Belanda, markas ALRI DIVISI IV Kalimantan dipindah ke Birayang, Barabai  diawal 1947, namun karean selalu dikejar Belanda sehingga disepakati markas berpindah tergantung Hasan Basry an para pejuang lainnya berada.

Hingga pada 16 Mei 1948 tentara ALRI DIVISI Kalimantan mengeluarkan sikap terhadap Belanda dan dunia internasional yang isinya :

  1. TNI ALRI DIVISI (A) adalah bagian dari Angkatan Perang Republik Indonesia.
  2. TNI ALRI DIVISI (A) tidak akan hijrah ke wilayah Indonesia yaitu di Jawa sesuai hasil Perjanjian Linggarjati.
  3. TNI ALRI DIVISI (A) tidak akan melakukan pelanggaran militer terhadap isi Perjanjian Linggarjati.
  4. Agar Belanda mengosongkan Barabai yang akan digunakan TNI ALRI DIVISI (A) sebagai markas dan memudahkan hubungan dengan Belanda.

Pos terkait