Disperindagkop-UKM HSU Gelar Pelatihan Online

  • Whatsapp

Wartaniaga.com,Amuntai- Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM (Disperindagkop-UKM) Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) terus menjalankan program pembinaan dan pelatihan meski di tengah pandemi Covid-19.

Salah satu cara yang dilakukan adalah melakukan  pelatihan melalui Bimtek secara online kepada sejumlah peserta dalam pembuatan masker kain dirumahnya masing-masing.

Seperti yang baru-baru ini digelar Dinas Perindusrian Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) bersama Dinas Perindustrian HSU melalui Bintek pembuatan masker kain 3 lapis berbasis sasirangan se-kalimantan selatan, tanggal 18 sampai 20 Mei 2020 kemarin.

Kabid Perindustrian Disperindagkop-UKM  HSU,  H M Yani mengatakan berbeda dari biasanya, pihaknya terpaksa menggelar pelatihan secara online dikarenakan kondisi pandemi Covid-19 sekarang ini.

“Hasil pelatihan kemarin kita dapat 500 masker, sudah kita serahkan ke BPBD untuk dibagikan kepada masyarakat,” ujarnya, Kamis (28/5).i

BACA JUGA:  Stok Sembako Aman Hingga Akhir Tahun

Kendati, melibatkan peserta yang terbatas yakni 5 orang namun dalam kurun waktu tiga hari pelatihan mampu menghasilkan ratusan masker kain sasirangan cukup berkualitas dengan bahan-bahan yang telah disediakan oleh dinas perindustrian provinsi Kalsel

Yani menambahkan, selama pelatihan pihaknya hanya memberikan bimbingan kepada para peserta yang notabene para remaja melalui video teknis pembuatan masker secara online, sesekali instruktur mendatangi langsung rumah peserta jika ada kesulitan dalam memahami video pembuatannya.

Selain itu, Yani menyebut dalam waktu dekat pihaknya juga bakal kembali menggelar bimtek serupa dengan rencana melibatkan 7 peserta, namun untuk pembuatan Alat Pelindung Diri (APD) sedangkan bahan-bahan bakunya berasal dari Dinas perindustrian provinsi Kalsel.

BACA JUGA:  Selama Pandemi Penjualan Bata Ringan Anjlok 50 Persen

“Kita targetkan 60 set APD dapat dihasilkan selama pelatihan nantinya, jadi rata-rata 9 set APD setiap pesertanya,” Katanya.

Sementara teknis pembuatannya, ia menambahkan selain melibatkan instruktur yang profesional juga bakal melibatkan ahli kesehatan yang akan mengawasi terkait standar medis pembutan APD.

Reporter : Darma Setiawan

Editor : Didin Ariyadi

Pos terkait