Ada Corona, Lebaran Jauh dari Keluarga

  • Whatsapp

Wartaniaga.com, Banjarmasin-Idul Fitri 1441 H tahun ini memang sangat berbeda dengan lebaran pada tahun-tahun sebelumnya. Dampak penyebaran virus corona tidak hanya berimbas pada kesehatan dan sektor ekonomi tetapi juga pembatasan terhadap aktivitas masyarakat.

Akibatnya, budaya silaturahmi dan mudik yang biasa dilakukan masyarakat Indonesia saat hari raya tidak dapat dilakukan. Lalu, bagaimana pengalaman mereka yang saat ini berlebaran jauh dari keluarga.

Berikut wartaniaga.com merangkumnya untuk pembaca setia. Dan kami beri judul tulisan ini “ Ada Corona, Lebaran Jauh dari Keluarga”

Fahrullah sudah 7 bulan ini meninggalkan kota Banjarmasin untuk bekerja di kota Cilacap, Jawa Barat. Biasanya, dirinya pulang untuk menjenguk keluarga paling lama 1 bulan sekali, namun, tidak disangka saat lebaran tahun ini ia tidak bisa pulang ke kota kelahirannya, Banjarmasin.

BACA JUGA:  H Iyun Galang Partai Pengusung, Dampingi Haris Makkie di Pilwali 2020

“ Ini pengalaman pertama saya berlebaran jauh dari keluarga besar dan mungkin tidak terlupakan seumur hidup,” ujarnya saat dihubungi wartaniaga.com melalui sambungan WhatApps, Minggu (24/5) malam.

Meski katanya saat ini dapat berkomunikasi dan bersilaturahmi dengan video call namun tidak senyaman saat ketemu langsung.

“ Ya, kalau video call hampir tiap hari komunikasi dengan anak, istri serta keluarga di Banjarmasin tetapi beda juga dengan ketemu langsung,” sambung pria yang bekerja pada salah satu BUMN ini.

Senada dengan Fahrul, Deden Suheri salah seorang warga Jakarta yang bekerja dan tinggal di Banjarmasin juga merasakan hal yang sama, lebaran tidak berada di lingkungan keluarga besarnya.

BACA JUGA:  603 KK di Babirik Terima BLT

Meski ini bukan pengalaman pertamanya jauh dari keluarga saat lebaran, namun ia mengaku Idul Fitri kali ini sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

“ Serasa tidak memiliki siapa-siapa, tidak bisa silaturahmi ke teman-teman, tidak ada sholat Ied. Berbeda sekali dengan lebaran tahun-tahun lalu,” katanya.

Walau begitu, pria yang bekerja sebagai cheif pada salah satu hotel berbintang di Banjarmasin ini masih merasa bersykur karena di Banjarmasin dirinya tinggal ditemai anak dan istri.

“ Untungnya anak dan istri tinggal bersama di Banjarmasin. Dan untuk silaturahmi dengan keluarga di Jakarta hanya dilakukan melalui sambungan telpon dan video call,”ungkap pria yang sudah beberapa tahun tinggal di Banjarmasin ini.

Pos terkait