Stok Nasional Menipis Jadi Penyebab Harga Gula Naik

  • Whatsapp
Stok Nasional Menipis Jadi Penyebab Harga Gula Naik

Wartaniaga.com,Banjarmasin- Harga gula pasir yang mencapai hingga Rp 16.000 per kilo sejak beberapa hari ini ternyata tidak hanya terjadi di wilayah Kalimantan Selatan (Kalsel). Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalsel, Drs Birhasani, saat ditemui wartaniaga.com di ruang kerjanya, Senin (24/2).

Dikatakannya, menipisnya stok gula secara nasional menjadi sebab harganya melambung jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditentukan pemerintah.

“ Saat ini petani dan industri temu berada pada musim transisi dimana mereka baru saja menanam kembali tebunya setelah beberapa bulan lalu panen. Ini menjadi penyebab kurangnya bahan baku untuk produksi gula dalam negeri,”jelasnya.

Penyebab Harga Gula Naik

Kondisi ini, sambungnya diperparah lagi dengan menipisnya stok gula rapinasi ( gula khusus industri) sehingga pelaku industri juga menggunakan gula konsumsi.

BACA JUGA:  Dampak Kabut Asap, Masker di Banjarbaru Laris Manis

“ Selama tahun 2020 ini belum ada import gula rapinasi, inilah yang menyebabkan stoknya juga menipis,” terang Birhasani seraya menambahkan khusus gula industri pemerintah mengimport gula rapinasi.

Ia mengungkapkan kebutuhan gula secara nasional adalah 5,050 juta ton pertahun sedangkan kapasitas produksi hanya diangka 3,16 ton pertahun. “ Dari angka ini tentunya masih kurang lebih 1,80 juta ton” ucapnya.

Pos terkait