Soal Anak Lompat Kelotok, Disbudpar Akan Kordinasi Dengan Polairud

  • Whatsapp
Soal Anak Lompat Kelotok, Disbudpar Akan Kordinasi Dengan Polairud

Wartaniaga.com, Banjarmasin – Beberapa hari terakhir, jagat maya dihebohkan dengan salah satu keluhan pengunjung atau wisatawan yang memposting kebiasaan buruk anak anak yang mandi sambil bermain lompat dari satu kelotok ke kelotok wisata lainnya yang sedang menuju ke salah satu objek wisata.

Dalam salah satu postingan, akun yang bernama Imah Rahimah menceritakan pengalamannya saat menuju pulau kembang dengan menaiki kelotok bersama keluarganya.

Isi keluhan Imah yang dipostingnya di salah satu grup FB tersebut adalah “Saya baru pertama kali berwisata ke Pulau Kembang. Yang saya sayangkan, menurut saya anak-anak yang mandi berenang di sungai seperti ini mengganggu penumpang yang ingin berwisata. Berenang sambil mengejar dan menaiki dari satu kelotok ke kelotok yg lain. Mohon maaf kalau kata-kata saya menyinggung atau ada yang salah.” tulisnya.

BACA JUGA:  Plh Walikota Sebagai Contoh Bahwa Vaksin Tidak Membahayakan

Disbudpar Akan Kordinasi Dengan Polairud

Dari isi postingan tersebut ia merasa terganggu dengan kebiasaan anak-anak yang menaiki kelotok wisatawan yang sedang berjalan menuju ke objek wisata Pulau Kembang.

Merespon keluhan itu, Kabid Pengembangan Pariwisata, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Banjarmasin, Khuzaimi menyayangkan perilaku anak-anak tersebut.

“Kita sangat menyayangkan adanya perilaku anak-anak ini,” ucapnya pada wartaniaga.com.

Menurutnya, kegiatan seperti itu tidak hanya mengganggu kenyamanan para wisatawan dalam menikmati wisata susur sungai saja. Namun juga membahayakan keselamatan bagi anak anak itu.

“Ini bahaya lo, salah-salah nanti anak tersebut bisa terkena roda pendorong kelotok itu,” tegas pria yang akrab disapa Jimmy ini.

Lanjutnya, ia akan melakukan kordinasi dengan pihak Satuan Polairud agar kejadian tersebut tidak terulang lagi. “Jangan sampai terjadi hal yang tidak diinginkan pada anak-anak itu,” tambahnya.Soal Anak Lompat Kelotok, Disbudpar Akan Kordinasi Dengan Polairud2

BACA JUGA:  Lewat Pelatihan Smart Farming, SMKPP Kementan Hadapai Tantangan Pertanian Modern

Jimmy menghimbau kepada masyarakat, khususnya orangtua agar bisa memberikan edukasi kepada anak mereka agar tidak melakukan hal tersebut.

“Karena itu semoga orang tua dapat menjaga anak-anaknya serta mengingatkan bahwa tindakan naik kelotok seperti itu sangat berbahaya bagi mereka,” ungkapnya.

Jimmy menegaskan, selain dianggap mengganggu penumpang atau wisatawan yang ada di kelotok tersebut, juga membuat para pelancong pasti merasa khawatir dengan keselamatan si anak.

“Penumpang pasti khawatir ketika melihat anak-anak itu menaiki kelotok yang sedang berjalan, setelah itu berlompatan dari atas kelotok. Takutnya terjadi hal yang bisa membahayakan anak tersebut,” pungkasnya.

Reporter : Zakir
Editor : Muhammad Zahidi
Foto : Ist

Pos terkait