Wartaniaga.com, Banjarmasin – Paham Radikalisme saat ini masih menghantui masyarakat akan tindakan yang sewaktu-waktu dapat membahayakan. Membahas itu, Fokus Group Discussion Uniska, membuka dialog bertema ‘Kupas Tuntas Radikalisme Terorisme dan Separatisme’ di Aula Kampus Uniska, Rabu (27/11).
Dialog penting itu melibatkan banyak elemen, mulai dari senat Uniska, Wakil Rektor Uniska l DR Jarkawi, Sekretaris MUI Kalsel M Fadhli Mansur, BEM Uniska, Universitas Muhammadiyah Banjarmasin, Polresta Banjarmasin, Kodim 1007 Banjarmasin Mayor inf Suharjono, Kodim 1009 Pelaihari Mayor Inf Anton Mahriadi.
M Fadhli Mansyur mengatakan, apresiasi pihaknya kepada Uniska, era sekarang ini harus terus kita waspadai terutama soal radikalisme. Namun, hal itu juga, katanya harus kita kenali apa saja ciri kelompok yang menganut paham yang bisa saja merugikan orang banyak.
MUI sudah mengeluarkan fatwanya. Bahwa perbuatan yang merugikan orang banyak apalagi mencelakakan orang itu ‘haram’.
Soal Radikalisme yang Membahayakan Membuat Masyarakat Waspada
“Islam adalah agama wasatiah yakni berada di tengah-tengah. Daerah Banjar ini termasuk mayoritas muslim yang toleran terhadap ragam agama,” katanya usai dialog.
Kemudian ia ingin, kajian-kajian dakwah misalnya pada kampus-kampus dan masyarakat, perlu juga dibahas meluruskan apa radikalisme ini.
Jangan sampai pemahaman sesuatu agama cendrung ke ekstrim kiri, sedikit sedikit menyalahkan orang seperti itu. Kemudian, ektrim kanan seperti memahami ayat yang hanya sepotong-sepotong.
“Perlu terus didakwahkan, Islam itu wasatiah, tolong menolong, toleransi mau bergandeng tangan ditengah perbedaan. FGD ini bagus memberikan spirit baru, yang seiring dengan ideologi pancasila dan uud 1945,” katanya.
Wakil Rektor l Uniska, DR Jarkawi mengharapkan, haisl forum ini setelahnya bisa diserap dengan baik di masyarakat. Redikalisme yang mengarah ke arah anarkisme hingga terorisme ini bisa dicegah melalui pemahaman.
“Paham radikalisme ini bisa digiring ke arah yang baik. Melalui acara ini mudahan masyarakat lebih mengetahui lagi apa itu radikalisme, terorisme dan separatisme,” tutupnya.
Editor / Foto : Hamdani



















