Sebanyak 32 Sekolah di Banjarbaru Masih Kekurangan Guru

32 Sekolah 

Wartaniaga.com, Banjarbaru – Pemko Banjarbaru bakal terima 99 calon tenaga pengajar (guru). Namun, Disdik setempat mengklaim jumlah formasi tersebut belum cukup untuk menutup kekurangan guru di 32 sekolah yang ada di Banjarbaru.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Banjarbaru, H Muhammad Aswan mengatakan dari jumlah penerimaan guru PNS yang mayoritas dicari guru kelas SD dan SMP ini, menurutnya masih jauh dari kata cukup. Bahkan, dirinya menginginkan adanya penerimaan PNS secara serentak untuk guru honorer secara tertutup di lingkungannya.

“Kenapa tidak, daripada kekurangan mending angkat guru honorer juga sekalian agar tercukupi,” ujarnya kepada wartaniaga.com diruang kerjanya, Jumat (29/11).

Kekurangan Guru di 32 Sekolah

Ia mengungkapkan, melihat kondisi tersebut, dari jumlah 99 orang yang dibagi untuk 32 sekolah, hal ini, dirasanya masih belum bisa menutupi. Oleh karena itu, Ia akan tetap memberdayakan tenaga honorer untuk membantu mencukupi kebutuhan tenaga pendidik di kota idaman itu.

32 Sekolah 

“Padahal kami sudah mengajukan untuk penambahan tapi belum juga disetujui di Kementerian Pendidikan Pusat,” ungkapnya.

Sebelumnya, Aswan mengungkapkan akan tetap memanfaatkan honorer disetiap sekolah karena beberapa dari pelamar CPNS pasti akan dipindah tugaskan apabila sudah dinyatakan lulus setelah mengikuti tes tersebut.

“Nah, padahal bagusnya kalau pengangkatan cukup dipenuhi dengan cara tertutup saja supaya guru honerer yang masih disana, lulus jadi PNS tetap harus ngajar di tempat sebelumnya jadi tidak akan ada kekurangan,” tegasnya.

“Guru honorer padahal sudah berkompeten loh, bahkan, tak ragu lagi dalam hal mengajari anak-anak disekolahnya,” tambahnya.

Pria yang akrab disapa, Aswan ini, menganggap dari jumlah 99 orang khusus dibidang tenaga pengajar yang akan berstatus sebagai pegawai negeri ini akan dibagi ke 32 sekolah terdiri dari 17 Sekolah Dasar Negeri (SDN) serta 15 Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) di Banjarbaru.

“Saya berharap dari SKPD daerah maupun pusat mau mempertimbangkan kekurangan ini dan menambahnya segera dengan program tertutup itu ya semoga nasib guru honorer di Kota Banjarbaru bisa terpenuhi,” tutupnya.

Reporter : Riswan
Editor      : Muhammad Zahidi
Foto        : Riswan

Pos terkait