Wartaniaga.com, Pelaihari – Dibawah naungan terpal berwarna biru, dengan mengenakan baju hitam dan pelindung kepala bercorak biru, Zubaidah ( 55 ) nampak beristirahat melepas lelah bersama sang suami tercintanya Gazali Rahman, setelah usai membersihkan ladang diatas gunung Dadaringan.
Pasutri tersebut bagian dari puluhan warga desa Ranggang kecamatan Takisung yang memanfaatkan gunung Dadaringan atau gunung Ranggang sebagai lahan untuk bercocok tanam.
Menurut Zubaidah, dirinya bersama sang suami sejak puluhan tahun telah memanfaatkan kawasan hutan lindung tersebut sebagai tempat untuk bercocok tanam.
“Saya sudah lama menggarap lahan ini, sejak saya masih bujang (belum menikah),” tutur Zubaidah.
Sekarang dirinya bersama sang suami menggarap sekitar 3 hektar lahan untuk menamam padi dan cabai, dari hasil bertanam itu Zubaidah bisa mendapatkan hasil Rp 10 juta, namun hasil tersebut hanya bisa diperoleh satu kali saja dalam setahun, sedangkan tanaman padi selain untuk dikonsumsi sendiri juga untuk dijual.

Zubaidah mengaku selama ini tidak ada larangan dari pemerintah untuk dirinya bersama warga yang lain dalam memanfaatkan kawasan hutan tersebut, dengan catatan kelestariannya harus tetap dijaga.
“Boleh saja menebang kayunya, tapi tidak untuk dijual, tapi dimanfaatkan sendiri,” jelas Zubaidah.
Adapun Kepala desa Ranggang, Ismail mengatakan ada sekitar 60 orang dari 2 kelompok tani di desa Ranggang rutin memanfaatkan kawasan hutan lindung gunung Dadaringan sebagai lahan pertanian.
Pihaknya mempersilahkan kawasan tersebut dipergunakan oleh warga, namun jangan sampai merusak sehingga mengganggu ekosistem keseimbangan alam.
“Silahkan manfaatkan kawasan hutan untuk kesejahteraan masyarakat, namun harus dijaga secara bersama – sama ” ucap Ismail.
Ismail menambahkan bagi masyarakat yang bersedia membantu menanam kembali pohon – pohon dikawasan hutan tersebut, akan diberikan gaji bagi mereka dari pihak pengelola kawasan hutan lindung tersebut.
“Sekarang kami sedang melakukan reboisasi bersama – sama, ada sekitar 400 batang pohon yang kita tanam saat ini, kedepan akan kita tanam lebih banyak lagi,” tutup Ismail.
Reporter : Tony Widodo
Editor : Muhammad Zahidi
Foto : Tony Widodo



















