Psikolog Sebut Rasa Penasaran Tinggi Picu Insiden Bocah Tenggelam

  • Whatsapp
Psikolog

Wartaniaga.com, Pelaihari – Soal kasus anak tenggelam di kolam renang yang terjadi beberapa waktu lalu di Kabupaten Tanah Laut turut mengundang respon dari pakar psikolog anak Kalimantan Selatan, Nova Lina S.Psi.

Menurutnya, anak usia antara 5 sampai 10 tahun memiliki rasa penasaran yang cukup tinggi untuk mencoba sesuatau yang baru. Terhadap kasus tenggelam anak dikolam renang bagi Nova ada kemungkinan anak tersebut baru pertama kali berkunjung ke kolam renang.

Lanjutnya kemungkinan lain setelah dia selesai berenang di kolam renang anak – anak, kemudian dia melintas di sekitar kolam renang dewasa, melihat banyak orang berenang disitu, sehingga menimbulkan rasa penasaran ingin mencoba.

BACA JUGA:  Tingkatkan Pengetahuan Radiologi, PSDRI Gelar Pertemuan

“Tahu – tahu anak tersebut terjun dan akhirnya tenggelam, dalam pandangannya kolam tersebut tidak dalam akibat disebabkan pantulan cahaya di air,” ucap Nova.

Psikolog

Bukan tanpa alasan, Nova menjelaskan hal tersebut berdasar pada pengalaman yang terjadi pada anaknya sendiri, beberapa kali anaknya ingin mencoba berenang di kolam renang dewasa karena penasaran melihat banyaknya orang berenang ditempat tersebut.

“Namun setelah diberikan penjelasan tentang bahayanya bagi anak – anak jika berenang ditempat tersebut, sang anak akhirnya mengerti,” bebernya.

Kasus Anak Tenggelam di Kolam Renang Mendapat Respon dari Psikolog Anak

Nova menyebut dalam hal ini peran orang tua sangat penting terkait perkembangan psikologis anak, jangan sampai rasa kasih sayang orang tua terhadap anak justru malah menjadi bomerang.

BACA JUGA:  Ibnu Sebut Smarcity Bukan Hanya Untuk Pemerintah

“Jadikan anak merasa nyaman dengan kita, jangan sampai anak melampiaskan emosinya ke hal – hal negatif dan berbahaya,” terang Nova.

Selain itu Nova membeberkan, minimnya pengawasan turut menjadi salah satu penyebabnya, menurut Nova pengawasan adalah tugas pokok pihak keluarga, apalagi kondisi anak belum bisa berenang, sehingga diperlukan pengawasan extra.

“Kalau hanya mengandalkan petugas terkadang bisa ada selipnya, karena menganggap sudah ada himbauan dan pemberitahuan sebelumnya bahwa anak – anak dilarang untuk berenang dikolam renang dewasa,” tambah Nova.

Selanjutnya, Nova menekankan pihak pengelola harus meningkatkan pengawasan dan menambah jumlah petugas disekitar kolam.
” Animo masyarakat terhadap keberadaan kolam renang masih cukup tinggi, sayang kalau sampai harus ditutup,” katanya.

BACA JUGA:  Peduli Masyarakat, Polda Kalsel Gelar Bakti Kesehatan

Reporter : Tony Widodo
Editor : Muhammad Zahidi
Foto : Tony Widodo

Pos terkait