Nasib Wanita Pengumpul Kepala Udang, Merindukan Bantuan

  • Whatsapp
Kepala Udang

Wartaniaga.com, Pelaihari – Walau harus berpacu dengan terik matahari, wanita yang sudah tak muda lagi ini tetap menampilkan senyum sumringah ketika dihampiri oleh awak media ini di kediamannya di Jalan Pembangunan RT 02/01, Desa Sungai Rasau, Kecamatan Bumi Makmur, Tanah Laut.

Mengenakan baju berwarna serba merah berkelir hitam, Noorainah tetap semangat membolak – balik kepala udang yang dijemurnya agar menjadi kering secara merata.

Noorainah mengaku, dirinya tinggal bersama kedua orang tua dan seorang anak yang berumur 12 tahun, sementara suaminya sudah lama meninggal.

Pekerjaan Noorainah Mengumpulkan Sisa Kepala Udang

Sehari – hari pekerjaan Noorainah hanyalah mengumpulkan sisa – sisa kepala udang hasil tangkapan para nelayan sekitar, kepala udang tersebut diperoleh setelah dirinya membantu mengupas udang – udang milik tetangganya, terkadang para tetangga sendiri yang mengantar kerumahnya.

BACA JUGA:  Youtuber Banua Ipul Harry Bisa Raup 10 Juta

Kepala Udang

Kepala udang tersebut terlebih dahulu dijemur hingga kering, setelah terkumpul hingga satu karung, baru kemudian dijual ke pengepul untuk dijadikan terasi dengan harga 2000 rupiah perkilogram.

Satu karung kepala udang kering beratnya hanya 10 kilogram, itupun baru bisa terkumpul selama satu bulan.

Selain Bekerja Sebagai Pengumpul Kepala Udang Noorainah Juga Bekerja Sebagai Buruh Serabutan

“Kalau mau dijual harus penuh dulu satu karung, beratnya 10 kilogram, lama ngumpulkannya, sekitar satu bulan,”tutur Noorainah kepada wartaniaga.com, Kamis (14/11).

Selain mengumpulkan kepala udang, Noorainah tidak memiliki pekerjaan tetap lain, tapi terkadang ada tetangga yang memerlukan tenaganya untuk membantu mereka. Noorainah merangkap kerjaan sebagai buruh serabutan.

BACA JUGA:  Japin Carita, Kesenian Banua yang Tergerus Oleh Zaman

Ia berharap setidaknya mendapat bantuan dari pemerintah berupa pengadaan mesin penggiling untuk membuat terasi sendiri, agar bisa membantu perekonomian keluarganya, karena saat ini Noorainah menjadi tulang punggung keluarga.

“Kalau saja ada bantuan mesin giling, saya bisa bikin terasi sendiri,” harap Noorainah.

Reporter : Tony Widodo
Editor : Muhammad Zahidi
Foto : Tony

Pos terkait