Loading...
54 views

Lewat Diseminasi, Banjarmasin Kembangkan Mutu Pendidikan

Mutu Pendidikan
Loading...

Wartaniaga.com, Banjarmasin РBelasan sekolah model di Banjarmasin mengikuti pameran diseminasi gebyar sekolah model yang bertujuan meningkatkan mutu pendidikan lewat publikasi hasil dari Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI).

Walikota Banjarmasin, Ibnu Sina mengatakan pada tahun 2019 ada 18 sekolah model yang sudah dibimbing Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) dan ada 72 sekolah yang ikut berpartisipasi di kegiatan tersebut untuk menyongsong peningkatan mutu pendidikan di Banjarmasin.

“Disinilah kita bisa menyaksikan dan melihat perkembangan mutu pendidikan di Banjarmasin, kami berharap dari kita melihat, menganalisa rapot sekolah, rapot mutu apa yang kurang, dan yang paling banyak kurang itu sarpras dan penelitian tindakan kelas (PTK),”ucapnya saat mengunjungi stand-stand sekolah di Siring Pemko, Senin 18/11/2019.

Kegiatan Peningkatkatan Mutu Pendidikan

Dari 18 sekolah model yang mengikuti tersebut yakni dari SDN Teluk Dalam 1, SDN Teluk Dalam 3, SDN Sungai Miai 5, SDN Sungai Miai 10, SDN Surgi Mufti 4, SDN Kuin Utara 4, SDN Antasan Besar 7, SDN Pengambangan 5, SDN Belitung Elatan 1, serta SDN Pekauman 1.

Sekolah lainnya antara lain sekolah model dari SMP 19, SMP 15, SMP 26, SMP 2, SMP 11, serta dari SMA ada SMA 6, SMA 8 dan SMA 11.

Menurut Ibnu, dengan adanya diseminasi tersebut diharapkan agar masyarakat bisa melihat sejauh mana kemajuan mutu pendidikan dari hasil yang dibimbing oleh LPMP.

BACA JUGA:  Tahun 2020, Perpustakaan Khusus Difable dan Lansia Bakal Dibangun

Mutu Pendidikan

“Kami berharap bisa memberi masukan, dan mudah-mudahan di tahun yang akan mendatang bisa dilaksanakan lagi dari tahun ketahun bisa melihat perkembangan sekolah menuju yang lebih baik,” ujarnya.

Ikuti Pameran Diseminasi Bertujuan Meningkatkan Mutu Pendidikan

Guru Prakarya SMPN 15 Banjarmasin, Rasuna menambahkan di pameran standnya ada 10 jenis item bernuansa khas Banjarmasin dari kreatifitas siswa-siswinya untuk di expose kepada masyarakat.

Loading...

“Kurang lebih 10 item, ada kain sasirangan dengan berbagai macam motif, baju kaos sasirangan, mukena, tanggui, bakul, dompet, gantungan kunci, cinderamata, wadai khas banjar, serta kerupuk mentah haruan,” ungkapnya.

Sementara itu, Rasuna mengatakan untuk harga dari kisaran 25-30 ribu untuk tanggui, sedangkan baju kaos sasirangan dari harga 75-100 ribu.

BACA JUGA:  KPU Evaluasi, Maraknya Pejuang Demokrasi yang Meninggal

“Dari harga 25-30 ribu untuk tanggu, sedangkan kaos dato harga 75-100 ribu,”bebernya.

Dari 700 siswa SMPN 15 mendapatkan pelajaran prakarya setiap satu minggu sekali dengan durasi dua jam.

“Setiap satu minggu sekali ada 2 jam pelajaran, kalau waktu nya tidak cukup bisa pulang sekolah kami menyediakan ekskul juga,”tutupnya.

Reporter : Aya
Editor Muhammad Zahidi
Foto : Aya

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *