Wartaniaga.com, Banjarmasin – Kehidupan guru honorer seakan menjadi topik yang selalu mencuat ketika momen Hari Guru tiba. Hingga tahun 2019, kesejahteraan mereka seakan belum merata, sehingga tak memberi perubahan yang signifikan untuk memberikan asa.
Wacana kenaikan gaji guru honor pastinya menjadi angin segar bagi para guru honor di Banjarmasin.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, Totok Daryanto mengakui tidak memungkiri perihal kurangnya kesejahteraan bagi guru honorer, namun hingga saat ini pihaknya masih terus mengupayakan untuk menaikkan kesejahteraan untuk para pahlawan pendidikan tersebut meski terkendala oleh kondisi keuangan daerah.

“Kita masih belum bisa menaikkan upah jika diusulkan sesuai UMK, kita tidak bisa memaksa untuk menaikkan karena keterbatasan kemampuan keuangan daerah, namun tetap kita perjuangkan untuk kesejahteraan mereka untuk 2020 mendatang,” ucapnya.
Kenaikan Gaji Guru Honorer
Hendro selaku Kabid PTK Disdik Kota Banjarmasin mengatakan jumlah guru honorer yang terdata di Dinas Pendidikan terbagi menjadi tiga kategori yakni Bosda TK dan paud sebanyak 1.100 orang, SD dan SMP 1.315 orang dan honorer K2 sebanyak 80 orang.
“Keseluruhannya berjumlah 2495 orang guru honorer yang terdaftar,” jelas Hendro.
Ia membeberkan jumlah gajih untuk guru SD dan SMP sebesar Rp. 900.000, operator sekolah Rp. 650.000, pesuruh Rp. 500.000, dan untuk TK dan PAUD sama rata Rp. 450.000. sedangkan untuk honorer K2 Rp.1.600.000.
Saat ditanya berapa jumlah kenaikan upah guru honorer tersebut pada Kepala Dinas Kota Banjarmasin, Totok mengatakan kedepannya pihaknya akan bertemu dengan Komisi IV DPRD Kota Banjarmasin, pasalnya usulan tersebut harus menempuh regulasi yang tidak bisa diterobos.
“Kita bisa menemukan solusi jika mereka (Komisi IV) sudah menyetujui usulan ini, karena kita terhalang oleh kondisi keuangan daerah,” bebernya.
Totok menambahkan keberadaan guru honorer tidak bisa ditinggalkan, pasalnya jumlah guru yang pensiun jauh lebih banyak dan cepat dibandingkan rekrutmen (cpns) yang ada. “Ini menjadi tanggung jawab pemerintah untuk mencari formula bagaimana mensejahterakan kehidupan mereka,” tutupnya.
Reporter : Zakir
Editor : Muhammad Zahidi
Foto : Zakir




















