Loading...
704 views

Aneh, Stand BPBD Tala Dihiasi Daun dan Dahan Kering

Stand BPBD
Loading...

Wartaniaga.com, Pelaihari – Stand milik BPBD Tanah Laut pada gelaran Borneo Orchid Show 2019 di Ruang Terbuka Hijau ( RTH ) Kijang Mas Pelaihari terkesan aneh, pasalnya BPBD membuat stand yang bernuansa gersang dan tandus dengan merangkai stand berhias dahan dan daun kering.

Akan tetapi bukan tanpa alasan, stand bernuansa gersang nan tandus itu karena mengadopsi kondisi wilayah hutan dan lahan di Kalimantan Selatan terutama Kabupaten Tanah Laut yang kerap dan menjadi langganan tertimpa kebakaran.

“Banyak makna yang terkandung dan ingin kami sampaikan ” tutur Ir. Kusri, Kepala Pelaksana BPBD Tanah Laut.

Menurutnya salah satu makna dari stand tersebut adalah deskripsi dari musim kemarau yang bekepanjangan mengakibatkan dampak yang cukup luas, pohon – pohon yang meranggas kering sehingga menimbulkan Karhutla.

BACA JUGA:  Mantap ! Pasar Wadai ini Bagikan Sepeda untuk Pengunjungnya

“Tanaman anggrek biasanya banyak tumbuh di hutan, namun akibat Karhutla, banyak jenis – jenis anggrek langka yang tumbuh dihutan ikut musnah,” ucap Kusri.

Stand BPBD Dihias Bernuansa Gersang

Kusri berharap pesan moral yang mereka tampilkan melalui dekorasi stand BPBD bisa sampai kemasyarakat.

“Media tanaman anggrek memang bisa dimana saja, dari pot plastik hingga sabut kelapa, namun hutan adalah merupakan habibat asli mereka, peran serta masyarakat serta para pecinta anggrek sangat dibutuhkan dalam menjaga kelestarian lingkungan, terutama menjaga agar tidak terjadi Karhutla,” tambah Kusri.

Stand BPBD

Adapun, Borneo Orchid Show 2019 yang ke 11 kalinya ini berlangsung selama 2 hari yakni dari tanggal 16 hingga 17 november 2019 di Ruang Terbuka Hijau Kijang Mas Pelaihari.

BACA JUGA:  Bupati Siapkan 1 Hektar Lahan Untuk Wartawan Tabalong
Loading...

Ketua DPC PAI Tanah Laut, Nurul Hikmah Sukamta berharap dengan kegiatan ini kedepannya akan semakin banyak orang yang membudidayakan anggrek, khususnya di Tanah Laut.

“Selain kijang, Anggrek bulan juga merupakan ikon Tanah Laut, untuk itu keberadaannya harus kita jaga dan lestarikan,” tutup Nurul Hikmah Sukamta.

Reporter : Tony Widodo
Editor : Muhammad Zahidi
Foto : Tony

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *