Loading...
59 views

Riam Bajandik, Wisata Alam yang Ramai Pengunjung

Riam Bajandik, Wisata Alam yang Ramai Pengunjung
Loading...

Wartaniaga.com, Barabai – Berhias pohon rimbun dan air menyerupai danau, wisata alam Riam Bajandik di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) selalu dipenuhi pengunjung pada hari libur dan setiap akhir pekan.

Wisata berbasis pemandangan alam ini dilengkapi dengan air yang turun langsung dari pegunungan Meratus dan mengalir lewat batu-batu besar, wahana jembatan paring sekitar 5 meter pun turut diserbu para wisatawan untuk berlibur.

Menurut Iwan, penjaga loket masuk Riam Bajandik mengatakan wisata tersebut sejatinya baru dikenal masyarakat pada awal bulan Juni atau tepatnya sejak saat liburan lebaran Idul Fitri yang lalu.

Riam Bajandik, Wisata Alam yang Ramai Pengunjung

“Banyak warga mendatangi Riam Bajandik untuk menikmati aliran sungai yang langsung turun dari pegunungan Meratus ini,” ucapnya kepada wartaniaga.com, Minggu (20/10).

BACA JUGA:  Ini Cabang Olahraga yang Diperlombakan di Fornas 2017 Banjarmasin

Sementara itu, salah satu wisatawan, Jeksu menyebutkan wisata Riam Bejandik memberi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung untuk berlibur bersama keluarga, terutama bagi wisatawan yang ingin menikmati hijau pemandangan dan aliran sungai.

“Wisata ini sangat ramai dibicarakan masyarakat, dan kami berniat untuk kesini berlibur,” ujarnya.

Pengelola objek wisata Riam Bajandik, Rahman menambahkan pengunjung yang datang silih berganti dari penjuru luar daerah hingga tercatat tak kurang dari ribuan wisatawan yang berkunjung, menurut Rahman, tarif masuk tidak mamatok harga karena masih bersifat sukarela dari pengunjung.

“Sukarela saja masuk disini, uangnya untuk biaya pemeliharaan lokasi wisata, tapi untuk parkir kita kenakan biaya roda 2 bertarif Rp 5 ribu dan roda 4 Rp 10 ribu,”bebernya.

BACA JUGA:  Pokdarwis dan Patriot Dilatih Bisnis Pariwisata
Loading...

Rahman melanjutkan, pengembangan wisata ini dilakukan bersama masyarakat setempat, modal untuk membangun fasilitas seperti spot untuk berfoto, bangku dari bambu untuk para pengunjung bersantai serta nama lokasi berupa huruf warna warni sebagai identitas tersebut di dapat dari swakelola hasil parkir.

“Alhamdulillah, untuk fasilitas disini bisa terpenuhi dengan kerjasama kelompok mayarakat yang mengelola,” tutupnya.

Reporter : Aya
Editor : Mukta
Photo : Aya

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *