Setelah Durian, Kini Langsat Banjiri Banjarmasin

Wartaniaga.com,Banjarbaru- Setelah banjir buah durian yang datang dari provinsi tetangga yaitu durian Kasongan, Muara Teweh  dan  Puruk Cahu,  Kalimantan Tengah.  Bersamaan dengan itu, durian dari Kabupaten Banjar juga ikut membanjiri musim buah di kota Banjarmasin.

Beberapa hari ini, mulai datang buah Selat (Langsat,red)  dari Kabupaten Tabalong yang terkenal manis. Ini bisa  jumpai di beberapa ruas jalan di kota Seribu Sungai ini, seperti di Jalan Achmad Yani  dari km 7 sampai kota Banjarbaru terlihat penjual mangkal di sisi jalan.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Kasran salah satu penjual buah musiman ini  menuturkan saat ini sudah musim langsat di daerah kabupaten Tabalong. Beberapa hari ini, dirinya telah mendatangkan lebih dari 1,5 ton buah yang menjadi icon kabupaten di timur Kalsel ini.

“ Kebetulan keluarga istri banyak yang bermukim di sana, sehingga kami dapat  membeli lebih murah dan banyak” terangnya seraya mengatakan desa Pamarangan yang menjadi tempat ia membeli.

Dan untuk menghabiskan sebanyak itu, pria yang sudah puluhan tahun menggeluti usaha berdagangan buah musiman ini membaginya menjadi 2 bagian. “ Selain di sini saya juga menjual langsat ini di jalan Kelayan” ungkapnya, Minggu (27/1).

Dijual dengan kisaran harga Rp 10.000 sampai Rp 15.000 perkilogram, ia mengaku dapat menghabiskan lebih dari seratus kilo sehari. Jumlah ini belum ditambah dengan jualan anaknya di kawasan Jalan Kelayan, Banjarmsin Selatan.

“ Alhamdulillah dari usaha jualan buah musiman ini selain  untuk menghidupi keluarga, sekolah anak-anak, kini kami sudah bisa beli mobil pick up untuk operasional usaha” tutur Kasran  yang didampingi isterinya saat ditanya Wartaniaga.com.

Tidak berbeda dengan Kasran, Mulyani pedagang langsat di kawasan Belitung Darat Banjarmasin juga mengaku ketiban rejeki ditahun ini. Betapa tidak, dalam sehari ia mampu membukukan omset hingga jutaan rupiah.

“ Berbeda dari tahun sebelumnya, musim ini lebih banyak bisa menjual walaupun berbarengan dengan buah-bah lain seperti durian dan tiwadak” ujarnya.

Meski tidak membeli langsung dari petani, pria yang keseharian sebagai petani di Tamban, Kabupaten Batola ini merasakan keuntungan yang cukup lumayan dari berjualan langsat. “ Aku menjual antara Rp 12.000 perkilo, keuntungannya sekitar 30 persen” ceritanya.

Reporter : Edhy Dharmawan

Editor : Didin Aryadi

Foto : Edhy Dharmawan

Pos terkait

banner 468x60