HIV/AIDS Banyak Menyerang Anak dan LGBT Banjarbaru

HIV/AIDS

Wartaniaga.com, Banjarbaru – 800 orang di Kota Banjarbaru terindikasi mengidap penyakit HIV/AIDS. Mirisnya, kasus penyakit mematikan ini banyak dialami oleh anak dibawah umur hingga LGBT.

Menurut Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Banjarbaru, Eddy Sampana, data tersebut dirangkum pihaknya sejak Januari hingga November 2019. Setelah dilakukan pengecekan, hasilnya mencengangkan karena HIV/AIDS banyak banyak diderita anak-anak dan LGBT

Dalam mengatasi masalah ini pihaknya masih harus bekerja extra dalam menghadapi ganasnya penyakit tersebut di wilayah Kota Banjarbaru.

Kasus Penyakit HIV/AIDS Mematikan Banyak Dialami Anak Dibawah Umur

“2030 nanti kami ditargetkan tidak ada lagi yang terkena dan mengidap HIV/AIDS,” ujarnya kepada Wartaniaga.com diruang kerjanya, Kamis (07/11).

BACA JUGA:  Pilkada Kalsel, Dipengaruhi Kesiapannya Penyangga IKN

HIV/AIDS

Ia mengungkapkan, dari sekian banyaknya yang terkena penyakit ini, salah satunya ibu hamil juga ada dua anak dibawah umur 10 tahun mengidap positif HIV/AIDS diantara total keseluruhan dari data KPA Kota Banjarbaru, serta sisanya dialami oleh LGBT.

“Banyak di Kota Banjarbaru yang kena penyakit ini, bahkan, LGBT masih berhamburan,” bebernya.

Eddy menjelaskan, pihaknya saat ini akan berusaha keras dalam melakukan giat program penanggulangan, hingga sebelas tahun mendatang penyakit menular ini dapat diatasi.

Banjarbaru Terindikasi Penyakit HIV/AIDS

“Khusus di Banjarbaru ya sekitar 90 persen akan terdeksi HIV/AIDS, maka dari itu kami tetap melakukan pengawasan dan penyuluhan,” pungkasnya.

Ia mengungkapkan, banyak masyarakat yang takut akan adanya pemeriksaan oleh Komisi Pemberantasan Aids (KPA) Kota Banjarbaru. Bahkan, malah menghindari dan menaruh enteng sosialiasi yang dilakukan mereka. Padahal, penyakit ini apabila disimpan serta ditutupi maka angka kematian yang ditimbulkan akan semakin besar.

BACA JUGA:  Kebakaran Pasar Batuah Telan Kerugian Miliaran Rupiah dan 1 Jiwa

“Pernah kami datang dan ingin memeriksa malah ada yang tidak bersedia,” pungkasnya.

Dari hasil pemeriksaan oleh pihaknya tercatat sebanyak 300 lainnya juga terdeteksi penyakit HIV untuk sisanya hampir 500 orang masih akan dicari untuk dilakukan pendataan kembali.

“Kami harapkan jangan hindari mereka, karena penyakit ini bisa menular hanya melewati dari luka dan berhubungan badan saja,” ucapnya.

Penyuluhan Tentang Bahayanya Penyakit HIV/AIDS

Ia menambahkan, pihaknya saat ini akan berusaha memberikan penyuluhan tentang bahaya yang ditimbulkan HIV/AIDS. Bukan hanya kesehatan yang menjadi sasaran utamanya namun juga umur pun bisa tidak menjadi ukuran baik anak-anak hingga dewasa sekalipun.

“Kami usahakan terus agar HIV/AIDS setidaknya bisa diberantas sedikit demi sedikit bisa diatasi juga,” tutupnya.

BACA JUGA:  Tak Dapat Penumpang, Terpaksa Makan Uang Setoran

Reporter : Riswan
Editor      : Hamdani
Foto        : Riswan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *