Wartaniaga.com, Banjarbaru – Kelurahan Guntung Paikat menghadirkan inovasi sosial berbasis lingkungan melalui program GAPAI BERKAH (Guntung Paikat Bersedekah Sampah). Program ini mengubah sampah anorganik menjadi bantuan sembako bagi warga kurang mampu sekaligus membuka harapan baru bagi anak-anak yang putus sekolah.
Inisiatif yang digagas Ketua TP PKK Guntung Paikat, Winda Sari, ini bertujuan mengubah cara pandang masyarakat terhadap sampah. Tidak lagi sekadar limbah, sampah kini memiliki nilai sosial dan ekonomi.
“Kami ingin masyarakat melihat sampah sebagai sumber kebaikan. Dengan memilah sampah dari rumah, warga sejatinya sedang menabung berkah untuk membantu sesama,” ujar Winda, Sabtu (2/5).
Program ini memiliki empat fokus utama, yakni meningkatkan kesadaran pemilahan sampah, menjaga kelestarian lingkungan, mendorong partisipasi warga, serta membantu ekonomi masyarakat melalui penyaluran sembako.
Lurah Guntung Paikat, Reza Pahlevi, mengapresiasi langkah tersebut. Menurutnya, GAPAI BERKAH menjadi pelengkap inovasi kelurahan dalam memperkuat bantuan sosial yang tepat sasaran dan cepat.
Dampak nyata program ini terlihat saat seorang anak yang sempat putus sekolah akhirnya bisa kembali melanjutkan pendidikan. Setelah mendapat laporan, Lurah Reza melakukan pendekatan langsung kepada keluarga anak tersebut.
“Hasilnya, anak tersebut kembali bersemangat untuk sekolah dan orang tuanya mendukung penuh. Kami langsung membantu proses administrasinya,” jelas Reza.
Melalui kolaborasi, TP PKK menyalurkan bantuan sembako dari hasil pengelolaan sampah, sementara Lurah memberikan perlengkapan sekolah secara pribadi.
“Inilah makna ‘Sampah Jadi Berkah’. Dari hal sederhana, kita bisa membantu sesama, bahkan mengembalikan masa depan seorang anak,” tambah Winda.
Saat ini, program GAPAI BERKAH terus berjalan secara konsisten dan diharapkan dapat melibatkan lebih banyak warga, sehingga manfaatnya semakin luas bagi masyarakat Guntung Paikat.
Editor; Eddy Dharmawan




















