FPT Lok Baintan, Perkenalkan Pasar Terapung Alami

  • Whatsapp
Arbainah, salah satu pemenang pada Festival Pasar Terapung Lok Baintan 2018

Wartaniaga.com,Martapura – Pemerintah Kabupaten Banjar kembali menggelar Festival Pasar Terapung (FPT) Lok Baintan pada Minggu (2/12). Berbeda dari tahun sebelumnya, kali ini peserta yang mengikuti festival ini jauh lebih banyak, tercatat ada 500 lebih pedagangan yang hadir dan mengikuti berbagai perlombaan  yang diadakan panitia.

“ Antusias peserta melebihi target panitia, sebanyak 500 peserta yang ditargetkan ternyata peminatnya melebihi 500 jukung. Peserta kebanyakan dari bantaran sungai Lok Baintan, Alam Roh , Sungai Lulut dan bantaran sungai Martapura di Sungai Tabuk” ujar Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Banjar, Haris Rifani.

Muat Lebih

BACA JUGA:  Ternyata, Wisata Susur Sungai Juga Ada Maros

Mengambil tema “ Menggenggam Semangat Tradisi” acara ini dikemas dalam bentuk Festival Pasar Terapung Lok Baintan di Kawasan pelabuhan sandar desa Lok Baintan kecamatan Sungai Tabuk Kab. Banjar dan langsung dibuka oleh Bupati Banjar, KH Khalilurrahman.

Haris berharap agar pasar Terapung Lok Baintan ini lebih dikenal lagi oleh masyarakat Indonesia bahkan sampai manca negara.

” Dengan kegiatan ini, kami ingin agar lebih dikenal lagi oleh masyarakat luas bukan saja di Indonesia bahkan sampai manca negara. Kami juga ingin membangkitkan gairah dan dukungan agar pedagang-pedagang nanti ada alih generasi dengan pendapatan serta ekonomi yang lebih bagus” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Banjar KH Khalilurrahman mengungkapkan festival ini dimaksudkan untuk mengangkat kembali pesona pasar terapung yang lebih alami.

BACA JUGA:  Selain Keramat, Makam Datu Qabul Jadi Wisata Religi

” Kegiatan ini dimaksudkan untuk menggairahkan kunjungan wisata dan mengangkat kembali wisata pasar terapung yang lebih alami, semua peserta berkreasi dalam menghias jukung dan membawa dagangannya di dalam jukung,” ujar Guru Khalil sapaan akrab Bupati Banjar.

Festival ini, mengangkat tradisi pedagang yang berjualan di atas air menggunakan jukung (sampan, red.) yang sudah turun temurun hingga ratusan tahun sudah berlangsung dikawasan desa Lok Baintan Kab. Banjar Martapura.

Disinggung mengenai pedagang yang banyak berjualan di siring piere tendean Bandjarmasin, Bupati Khalilurrahman mengingatkan agar tidak mengklaim pedagang tersebut.

” Meskipun kota Banjarmasin banyak mengundang pedagang atau acil-acil yang juga pedagang dipasar Lok Baintan, akan tetapi jangan mengklaim pedagang pasar terapung tersebut berasal dari Banjarmasin, dan kita pun tidak bisa melarang mereka untuk mencari rezkinya disana,” tambah Bupati.

BACA JUGA:  Batu Permata Dibawa Go Internasional

Pada kesempatan ini, Pemkab Banjar membagikan hadiah berupa uang tunai untuk berbagai katagori lomba, antara lain  peserta dengan tampilan sapta pesona, banyak dagangan buah, terunik dan terheboh.

Reporter : Edhy Dharmawan

Editor : Didin Ariyadi

Foto : Edhy Dharmawan

Pos terkait