Harumnya Laba Jualan Bunga

  • Whatsapp
Suasana jual beli bunga dan bibit buah-buah di pasar mingguan Km 7 Kertak Hanyar, Kabupaten Banjar ( Foto : wartaniaga.com)

Wartaniaga.com,Banjarmasin- Harum dan keindahan bunga selalu menjadi dayatarik mata. Berbagai jenis bunga seperti mawar, anggrek, melati,aster dan lainya dapat ditemukan di pasar mingguan km 7 Kertak Hanyar, kabupaten Banjar.

Meski hanya berjualan setiap minggu pagi, para pedagang di sini mengaku cukup banyak memperoleh laba. Ety misalnya mampu menjual ratusan pot  bunga setiap membuka lapaknya, bahkan saat-saat tertentu penghasilannya bisa 2 kali lipat.

Muat Lebih

“ Alhamdulillah setiap minggunya kami dapat menjual tidak kurang dari 100 pot bunga. Dan yang paling banyak laku bunga anggreak dan melati” ujarnya kepada wartaniaga.com, minggu (17/12).

BACA JUGA:  Danau Tamiyang. Hamparan Eceng Gondok yang Disulap Jadi Objek Wisata Beromset Ratusan Juta

Dipatok muali harga Rp. 10.000 sampai Rp. 50.000 , dirinya bersama sang suami  mampu membawa pulang jutaan rupiah per pekan. Jumlah ini belum termasuk penjualan bibit buah-buahan yang harganya berkisar antara Rp. 25.000 hingga Rp. 100.000 per pohon.

“ Selain menjual bunga kami juga menjual bibit buah-buahan seprti  jeruk, mangga, rambutan, sarikaya dan cabe. Harganya tergantung usia dan besarnya bibit, jika sudah ada buah seperti jeruk dan cabe harganya lebih mahal” jelasnya.

Menurutnya sebagian besar bibit dan bunga yang dijualnya bukan dari hasil tanamannya sendiri melainkan membeli dari para petani dari kota Banjarbaru dan kabupaten Banjar. “ Kita juga membeli dari para petani, untuk bibit membelinya di Martapura sedangkan bunga di Banjarbaru” ungkapnya.

BACA JUGA:  Media Digital Sarana Pengembangan UMKM

Senada dengan Ety, Ruslan yang juga menjual bunga serta berbagai jenis pot mengaku mampu meraup omset jutaan rupiah per minggunya. Bagi pria yang sudah berjualan lebih dari 5 tahun ini, saat memasuki awal ajaran baru biasanya penjualan bunga dan pot mengalami peningkatan.

“ Biasanya ada sekolah yang mewajibkan muridnya membawa bunga ke sekolah, saat itulah omset penjualan juga ikut meningkat” ujarnya.

Meskipun dirinya juga tidak menampik dalam setiap minggu lapak miliknya selalu dipadati pembeli dari berbagai sudut kota Banjarmasin dan sekitarnya. “ Setiap minggu omset yang kami peroleh rata-rata  Rp. 1 juta sampai Rp.1,5 juta” katanya

Ruslan juga membeberkan jualan bunga keuntunganya dapat ditentukan sendiri karena tidak ada harga pasar. “ Bagi orang yang suka bunga, berapapun harganya akan dibeli, inilah keuntunganya berjualan bunga. Labanya bisa sampai 200 persen lebih” ungkapnya.

BACA JUGA:  Menyulap Akar Kayu Menjadi Rupiah

Baik Ety maupun Ruslan beranggapan penjualan  bunga beserta produk turunannya masih memiliki peluang yang cukup besar. Terbukti harumnya laba selalu mereka peroleh setia pekannya.

Reporter : ***

Editor : Didin Ariyadi

Foto : Didin Ariyadi

Pos terkait