Loading...
14 views

Malam Jum’at Paling Laku, Begini Cerita Penjual Kembang Sudimampir

wartaniaga.com – Foto : Edi Koesmono

WartaNiaga.com-Banjarmasin. Kawasan pasar Sudirmampir memang terkenal sebagai pusat penjualan kembang atau bunga rangkai khsusunya pada malam hari. Sudah berpuluh-puluh tahun mereka yang rata-rata sudah berstatus nenek-nenek ini menjajakan bunga yang sering digunakan untuk ziarah kuburan.

Uniknya , meski berjualan ditengah malam selalu ada saja pembelinya, bahkan banyak dari mereka yang memiliki langganan. Tidak tanggung-tangggung omset yang mereka rauppun mencapai jutaan rupiah per malam.

Siti Bahrah misalnya, sejak pukul 16.00 ia sudah mengelar dagangannya, menanti pembeli, ditemani sepasang meja dan kursi, inilah rutinitas yang dilakukannya setiap hari hingga pukul 23.00 wita, diusianya yang telah mencapai 78 tahun ini.

Menurutnya, banyak orang yang bertanya-tanya, apakah laku berdagang kembang ditengah malam, terlebih lagi, ia buka satu-satunya pedagang di kawasan ini.

BACA JUGA:  Fahrul, Lestarikan Budaya Lewat Musik Panting

“Selalu ada rezeki, dulunya yang berdagang kembang tidak sebanyak ini tetapi ada saja pembelinya setiap malam, bahkan saya memiliki beberapa langganan yang setiap malam kamis dan jum’at membeli hingga 50 ribu” ujarnya serya menambahkan malam jum’at selalu habis terjual.

Lebih lanjut perempuan yang biasa di sapa nenek Siti menuturkan usaha yang digelutinya sejak berusia 15 tahun ini memiliki pasar tersendiri terlebih lagi menjelang Ramadhan, Idul Fitri dan hari raya Cina.

“Jika mendekati bulan puasa dan hari raya penjualan kami meningkat hingga 2 kali lipat, tak jarang belum sampai jam 9 malam dagangan sudah habis, namun jika hari biasa paling laris di malam kamis, jum’at dan minggu” katanya

BACA JUGA:  BK Nilai Tidak ada Pelanggaran Tatib. Isnaini Pertanyakan Kinerja BK
Loading...

Diceritakannya, dalam sehari ia mampu memperoleh penghasilan bersih antara 200 hingga 500 ribu rupiah. “Bisa bawa pulang keuntungan 200 ribu sampai 500 ribu tergantung keadaan, musim hujan jualan sepi” ceritanya.

Berdasarkan pengalamannya, umumnya pembeli menggunakan kembang untuk ziarah kubur, mandi-madi, pengharum, perkawinan dan pernikahan atau syarat tertentu. (Reporter: Edi Koesmono /Editor: edi Koesmono)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *