TPK Banjarmasin Resmi Operasikan TOS Nusantara, Tujuh Layanan Kepelabuhanan Kini Digital

Terminal Peti Kemas resmikan Terminal Operating System (TOS) Nusantara (Foto : Ist)

Wartaniaga.com, Banjarbaru – Transformasi digital di sektor kepelabuhanan terus diperkuat PT Pelindo Terminal Petikemas (PTP). Terminal Peti Kemas (TPK) Banjarmasin resmi mengoperasikan Terminal Operating System (TOS) Nusantara sejak Minggu (1/11/2026), sebagai langkah strategis meningkatkan efektivitas operasional sekaligus kualitas pelayanan kepada pengguna jasa.

Penerapan sistem baru ini juga didukung digitalisasi tujuh layanan kepelabuhanan melalui aplikasi PARAMA. Langkah tersebut diharapkan mampu menghadirkan pelayanan yang lebih cepat, transparan, terintegrasi, serta memberikan kemudahan dan kepastian bagi pengguna jasa.

TOS Nusantara merupakan sistem digital yang mengintegrasikan pengelolaan operasional terminal peti kemas, mulai dari tahap perencanaan hingga pemantauan aktivitas di lapangan. Dengan sistem ini, ketepatan informasi, koordinasi operasional, serta kelancaran arus peti kemas diharapkan semakin optimal.

Sementara itu, melalui aplikasi PARAMA, tujuh layanan yang kini didukung digitalisasi meliputi Receiving, Delivery, Perpanjangan Delivery, Behandle, Alih Kapal, Kurang Bayar, dan Batal Muat Delivery.

Digitalisasi tersebut memungkinkan proses administrasi pelayanan menjadi lebih tertata dan mudah ditelusuri. Pengguna jasa juga diharapkan mendapatkan informasi yang lebih jelas mengenai tahapan layanan, sekaligus meningkatkan efektivitas koordinasi dengan pihak terminal.

Terminal Head TPK Banjarmasin, Sirin Purnomo, mengatakan pengoperasian TOS Nusantara merupakan tonggak penting dalam upaya perusahaan memperkuat keandalan operasional dan meningkatkan standar pelayanan kepelabuhanan.

“Go Live TOS Nusantara menjadi salah satu tonggak penting dalam perjalanan transformasi TPK Banjarmasin. Proses implementasinya telah dipersiapkan secara bertahap dengan memperhatikan kesiapan SDM, infrastruktur, serta aspek operasional. Kami berharap sistem ini dapat semakin mengoptimalkan proses kerja, meningkatkan produktivitas, serta memperkuat kualitas pelayanan kepada pengguna jasa,” ujar Sirin, Rabu (4/11).

Menurutnya, persiapan penerapan sistem tersebut telah dilakukan sejak Oktober 2025. Berbagai tahapan dilaksanakan, mulai dari pelatihan sumber daya manusia, uji coba operasional, hingga penguatan infrastruktur fisik dan jaringan guna memastikan kesiapan terminal.

Sirin menegaskan, evaluasi dan penyempurnaan sistem akan terus dilakukan setelah pengoperasian. Sebab, keberhasilan transformasi digital tidak hanya bergantung pada kecanggihan teknologi, tetapi juga kesiapan dan kemampuan seluruh pihak dalam beradaptasi dengan pola kerja baru.

Dukungan terhadap penerapan sistem digital ini juga datang dari pengguna jasa. Kepala Cabang PT Tanto Banjarmasin, Rifqi Novega Dwi Putra, menilai langkah tersebut sebagai kemajuan positif dalam mendorong peningkatan kualitas pelayanan terminal.

“Kami berharap sistem ini dapat mendorong proses pelayanan yang lebih efektif, transparan, dan terintegrasi sehingga memberikan kemudahan serta kepastian layanan bagi pengguna jasa. Tentunya, sinergi dan koordinasi antara operator terminal dengan seluruh pengguna jasa sangat diperlukan untuk mendukung kelancaran implementasi sistem ini,” ungkap Rifqi.

Pengoperasian TOS Nusantara dan digitalisasi layanan melalui PARAMA menjadi bagian dari komitmen Pelindo Terminal Petikemas dalam memperkuat standardisasi serta modernisasi pelayanan kepelabuhanan.

Dengan sistem operasional yang semakin terintegrasi, TPK Banjarmasin diharapkan mampu menghadirkan layanan yang lebih andal, efisien, dan transparan. Upaya ini sekaligus menjadi kontribusi nyata dalam mendukung kelancaran rantai logistik dan distribusi barang, khususnya di Kalimantan Selatan.

Editor : Eddy Dharmawan

Pos terkait