Hujan Turun Usai Kedatangan Gus Imin, PKB Kalsel Dorong Penanganan Karhutla Diperkuat

Wartaniaga.com, Banjarmasin – Hujan yang mengguyur sejumlah wilayah Kalimantan Selatan (Kalsel) sehari setelah kedatangan Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Muhaimin Iskandar atau Gus Imin, disambut sebagai berkah di tengah bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Turunnya hujan tersebut membawa harapan bagi masyarakat yang selama ini terdampak kabut asap. Pasalnya, asap karhutla tidak hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga berdampak terhadap kesehatan, termasuk memicu infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) pada anak-anak.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Wakil Ketua Dewan Syuro DPW PKB Kalsel, Habib Farhan Husein BSA, mengatakan hujan yang turun setelah pelaksanaan peringatan Hari Santri di Pondok Pesantren Al-Falah menjadi kabar menggembirakan bagi masyarakat.

“Alhamdulillah, berkat kedatangan Gus Imin yang juga dikenal sebagai Panglima Santri, hujan turun keesokan harinya saat pelaksanaan peringatan Hari Santri di Pondok Pesantren Al-Falah,” ujar Habib Farhan di Banjarmasin, Rabu (28/10/2026).

Anggota Komisi III DPRD Kalsel itu berharap turunnya hujan menjadi momentum untuk meningkatkan perhatian terhadap penanganan karhutla. Ia menilai koordinasi antara personel dan instansi terkait yang bertugas di lapangan perlu diperkuat agar upaya pemadaman dan pencegahan kebakaran berjalan lebih efektif.

Menurutnya, persoalan karhutla tidak bisa hanya dilihat dari sisi kerusakan lingkungan. Dampak terhadap kesehatan masyarakat juga harus menjadi perhatian serius, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan ibu hamil.

“Karena itu, kami berharap perhatian terhadap penanganan karhutla terus ditingkatkan agar dampaknya terhadap kesehatan masyarakat dapat diminimalkan,” katanya.

Senada, Wakil Ketua DPW PKB Kalsel, Dr. M. Yadi Mahendra Muhyin, MA., MH.Kes., menyambut turunnya hujan di sebagian wilayah Kalsel sebagai berkah yang diharapkan mampu membantu mengurangi dampak kebakaran.

“Mudah-mudahan dengan turunnya air hujan tersebut, tidak ada lagi karhutla di Kalsel,” ujarnya.

Yadi menegaskan, penanganan karhutla harus dilakukan secara serius dan berkelanjutan. Ia menyoroti dampak kabut asap yang tidak hanya mengancam kesehatan anak-anak, tetapi juga dilaporkan dirasakan oleh ibu hamil.

Karena itu, ia berharap pemerintah daerah bersama pemerintah pusat dapat mengambil langkah konkret untuk mengendalikan kebakaran sekaligus memperkuat upaya pencegahan agar bencana serupa tidak terus berulang setiap tahun.

Dalam kunjungannya ke Kalsel, Gus Imin juga disebut memberikan santunan kepada barisan pemadam kebakaran (BPK) dan para relawan yang terlibat dalam penanganan karhutla. Selain itu, ia turut meninjau pelayanan pengobatan bagi masyarakat yang terdampak.

Turunnya hujan memang memberikan harapan baru bagi masyarakat Kalsel yang menghadapi dampak karhutla. Namun, upaya penanggulangan tidak dapat bergantung pada kondisi cuaca semata.

Penguatan koordinasi lintas instansi, pencegahan titik api, pemadaman yang cepat, serta pelayanan kesehatan bagi warga terdampak tetap diperlukan untuk menekan risiko kebakaran dan kabut asap di Kalimantan Selatan.

Editor: Aditya
Sumber : ist

Pos terkait