Wartaniaga.com, Martapura- Sebagian besar masyarakat desa Sungai Tabuk, Kecamatan Sungai Tabuk Kota, Kabupaten Banjar mengalami keterpurukan pada saat kondisi pandemi. Demikian diungkapkan Kepala Desa Sungai Tabuk, Zulkurnain,S.E. kepada Wartaniaga.com, Rabu (10/6).
Meski demkian, katanya mereka tetap bisa bertahan dan bangkit karena sudah terbiasa hidup sederhana sehingga mengurangi beban pshikologis mereka.
Dikatakannya, semenjak adanya wabah corona kondisi warga begitu sangat terpuruk bahkan banyak yang kehilangan mata pencahariannya.
“Jangankan untuk menjaga kualitas hidup selama wabah ini bahkan untuk bertahan warga sangat sulit. Untungnnya warga kita sudah terbiasa hidup sederhana, sehingga bisa mengurangi beban mereka,” ucapnya.
Ditambahkannya,, warga yang kondisi ekonominya jauh dari cukup terbantu dengan adanya Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) dan bantuan-bantuan sosial lainnya.
” Demi menjaga kualitas hidup dan kesehatan, warga mau tidak mau tetap beraktivitas seperti biasa walaupun dengan pembatasan-pembatasan yang diterapkan,” papar Zulkurnain seraya menambhakan mereka harus bangkit .
Terkait masih belum bebasnya wilayah Kalsel dari covid-19, Zulkurnain memberikan himbauan kegiatan kebudayaan dan keagamaan agar mematuhi kebijakan pemerintah. Menyampaikan kepada masyarakat dengan pendekatan persuasif sehingga kedamaian tetap terjaga.
Bahkan, demi menjaga agar masyarakat tidak cemas dengan pemberitaan tentang covid-19, pihaknya hanya memberikan informasi yang real yang terjadi di desanya sehingga hasil yang diberikan akurat.
Sedangkan, informasi tingkat nasional mengenai covid-19, warga diberi link informasi yang akurat dan terpercaya. “ Kami memberikan link yang menyediakan informasi tersebut lewat sosial media. Informasi resmi dari pemerintah agar masyarakat tidak resah,” ucapnya mengakhiri.
Reporter : M Hidayatullah
Editor : Mukta



















