Gema Sholawat Haddad Alwi Semarakkan HUT ke-81 RI di Banjarbaru, Ribuan Warga Larut dalam Doa

Penampilan Haddad Alwi bersholawat di halaman Pemkot Banjarbaru (Foto : MCBjB)

Wartaniaga.com, Banjarbaru – Malam peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kota Banjarbaru berlangsung penuh kehangatan dan nuansa religius. Ribuan masyarakat memadati Lapangan dr. Murdjani, depan Balai Kota Banjarbaru, Sabtu (22/8) malam, untuk mengikuti Gema Sholawat bersama Haddad Alwi.

Datang bersama keluarga, sahabat hingga komunitas, warga tidak sekadar menikmati hiburan. Mereka larut dalam lantunan sholawat dan doa bersama untuk Banjarbaru serta Indonesia.

Mengusung tema “Menjaga dan Menjalin Semangat Persatuan”, kegiatan tersebut menjadi salah satu rangkaian perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI yang menghadirkan suasana berbeda. Semangat kemerdekaan dipadukan dengan pesan persaudaraan, kebersamaan dan doa untuk masa depan daerah dan bangsa.

Walikota Banjarbaru, Hj Erna Lisa Halaby, turut hadir bersama jajaran Pemerintah Kota Banjarbaru dan masyarakat.

Rangkaian acara diawali penampilan Radicta Band yang membawakan sejumlah lagu religi populer. Antusiasme warga semakin terasa ketika Haddad Alwi naik ke panggung.

Dengan suara khasnya, Haddad Alwi melantunkan sejumlah sholawat yang kemudian diikuti ribuan warga. Lapangan dr. Murdjani seketika dipenuhi lantunan sholawat, menciptakan suasana khidmat di tengah perayaan kemerdekaan.

Tak berhenti pada sholawat, masyarakat juga diajak memanjatkan doa bersama untuk Banjarbaru dan Indonesia. Doa tersebut menjadi salah satu momen paling menyentuh dalam kegiatan, dengan harapan Banjarbaru dan Indonesia senantiasa diberikan ketenteraman, keselamatan, persatuan dan kesejahteraan.

Bagi warga, perayaan kemerdekaan kali ini meninggalkan kesan tersendiri.

Nabila, salah seorang warga yang hadir, mengaku merasakan suasana berbeda dibandingkan perayaan kemerdekaan pada umumnya. Ia datang bersama teman-temannya untuk menikmati acara sekaligus mengikuti sholawat dan doa bersama.

“Kami datang sekitar pukul 20.00 Wita bersama teman-teman. Suasananya berbeda karena kami bisa bersholawat dan berdoa bersama,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Nia. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk mempererat persaudaraan dan solidaritas masyarakat.

“Menurut saya, kegiatan seperti ini bisa mempererat persaudaraan dan meningkatkan solidaritas,” katanya.

Sementara itu, Adel mengaku paling terkesan saat ribuan masyarakat bersama-sama memanjatkan doa untuk Banjarbaru dan Indonesia.

“Yang paling terasa bagi saya saat kami berdoa bersama untuk kebaikan Banjarbaru dan Indonesia. Suasananya menyentuh karena banyak masyarakat berkumpul dengan harapan yang sama,” tuturnya.

Suasana kebersamaan semakin kuat ketika Haddad Alwi mengajak Walikota Banjarbaru Hj Erna Lisa Halaby bersama jajaran Pemerintah Kota Banjarbaru naik ke atas panggung.

Di hadapan ribuan warga, mereka kemudian bersholawat bersama.

Momen tersebut menjadi penutup yang penuh makna—ketika perayaan kemerdekaan tidak hanya dirayakan dengan kemeriahan, tetapi juga dengan doa, sholawat dan kebersamaan.

Dari Lapangan dr. Murdjani, semangat kemerdekaan seakan kembali ditegaskan: bahwa persatuan bukan hanya tentang berdiri bersama, tetapi juga tentang menyatukan hati dan harapan untuk Banjarbaru dan Indonesia yang lebih baik.

Editor : Eddy Dharmawan

Pos terkait