Wartaniaga.com, Banjarbaru – Suasana peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Bandara Internasional Syamsudin Noor terasa berbeda. Tidak sekadar merayakan kemerdekaan dengan berbagai kegiatan, PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) juga mengajak pegawai, komunitas bandara, hingga pengguna jasa untuk sejenak berhenti, merenung, dan memanjatkan doa melalui moment of silence, Senin (17/8).
Kegiatan hening sejenak tersebut digelar dalam dua kesempatan. Pertama, sebelum pelaksanaan Upacara Peringatan HUT ke-81 RI di Kantor Administrasi PT Angkasa Pura Indonesia (Persero), yang diikuti seluruh pegawai serta perwakilan member InJourney di Banjarmasin.
Kesempatan kedua berlangsung di Ruang Tunggu Keberangkatan, sesaat sebelum parade busana adat Nusantara. Kali ini, seluruh pengguna jasa bandara diajak turut mengambil jeda untuk merefleksikan perjalanan bangsa sekaligus mendoakan Indonesia.
Moment of silence tahun ini menjadi bagian dari upaya memaknai kemerdekaan secara lebih mendalam, mulai dari mengenang jasa para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa dan raga, hingga memanjatkan doa bagi masyarakat yang tengah menghadapi musibah bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT).
“Kami memaknai peringatan HUT ke-81 RI dengan mengajak seluruh pegawai maupun pengguna jasa bandara untuk mengambil jeda sejenak dan mendoakan hal-hal baik untuk Ibu Pertiwi. Harapannya, kita akan lebih peduli dengan sesama dan semakin mencintai Indonesia,” ungkap General Manager Bandara Internasional Syamsudin Noor, Stephanus Millyas Wardana.
Semangat kebangsaan juga diwujudkan melalui parade busana Nusantara yang menampilkan beragam pakaian adat dari berbagai suku dan budaya Indonesia. Tak hanya menampilkan kekayaan budaya Kalimantan, parade tersebut turut menghadirkan busana dari sejumlah daerah di berbagai penjuru Nusantara.
Kegiatan itu sekaligus menjadi bagian dari komitmen manajemen untuk menjadikan Bandara Internasional Syamsudin Noor sebagai etalase seni dan budaya Indonesia, sekaligus menghadirkan pengalaman berbeda bagi para pengguna jasa.
Tak berhenti di sana, pengguna jasa juga diberi ruang untuk menuangkan harapan dan doa bagi bangsa melalui Wall of Wishes yang tersedia di area Gate 7.
“Sebagai upaya untuk menciptakan customer experience, kami mengajak para pengguna jasa untuk menuliskan harapan dan doa-doa baik untuk Indonesia tercinta di Wall of Wishes yang telah kami siapkan,” pungkas Millyas.
Di tengah hiruk-pikuk perjalanan dan kesibukan di bandara, sejenak hening menjadi pengingat bahwa kemerdekaan bukan hanya tentang perayaan. Ada sejarah yang harus dikenang, perjuangan yang harus dihormati, serta harapan yang harus terus dijaga untuk Indonesia yang lebih baik.
Editor : Eddy Dharmawan



















