Wartaniaga.com, Banjar – Ham Festival ODKS 2026 yang digelar di Kiram Park, Kabupaten Banjar, berlangsung semarak dengan diikuti ratusan penggiat radio amatir dari berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan, serta peserta dari Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur.
Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi, peningkatan keterampilan, sekaligus memperkuat peran radio amatir dalam mendukung komunikasi darurat.
Ketua Panitia Pelaksana, Dodi Hertanto (YB7LTE), mengatakan Ham Festival tahun ini menghadirkan beragam perlombaan, mulai dari Eye Ball QSO, Fix Fox Hunting, hingga Logging Contest yang berlangsung pada hari pertama.
Sementara pada hari berikutnya, peserta akan mengikuti Quiz Amatir Radio, Walking Fox Hunting, serta simulasi Emergency Setup, yakni mendirikan stasiun komunikasi darurat secara cepat, tepat, dan presisi.
Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
Ketua ODKS, H Akhmad Yani (YB7KY) menjelaskan Ham Festival 2026 digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ORARI Nasional sekaligus HUT ke-55 ODKS.
Menurutnya, perkembangan radio amatir di Indonesia telah melalui berbagai fase, mulai dari era analog hingga era digital.

Melalui festival ini, ODKS berkomitmen mempererat persaudaraan antaranggota sekaligus mengenalkan dunia radio amatir kepada generasi muda. “Di udara kita bersaudara, di darat kita bersama,” ujarnya seraya mengajak seluruh peserta menjunjung tinggi sportivitas.
Hal senada disampaikan Ketua DPP ODKS, H Ibnu Madjah (YB7IBM). Ia menilai Ham Festival menjadi momentum untuk mengevaluasi berbagai program organisasi sekaligus melahirkan generasi radio amatir yang memiliki keterampilan, disiplin, dan mampu berkontribusi bagi masyarakat.
Menurutnya, pembinaan yang berkelanjutan sangat penting agar peran radio amatir semakin relevan di tengah perkembangan teknologi komunikasi.
Mewakili Gubernur Kalimantan Selatan, Staf Ahli Bidang Politik dan Hukum, Adi Santoso, menegaskan ORARI merupakan mitra strategis pemerintah, khususnya dalam mendukung komunikasi saat terjadi bencana maupun kegiatan sosial.
Ia menilai jaringan radio amatir mampu menjadi sarana komunikasi darurat yang cepat ketika jaringan komunikasi umum terganggu.
Peran tersebut, katanya, sangat dibutuhkan terutama dalam penanganan dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kerap melanda Kalimantan.
Kegiatan kemudian ditutup dengan pemotongan tumpeng sebagai ungkapan syukur atas perjalanan ODKS yang telah berkiprah selama 55 tahun di Kalimantan Selatan.
Turut berhadir Ketua DPP ORPUS Yunan Chandra (YB7KPB) yang juga anggota Orlok Banjarmasin, Ketua ORDA Kalteng Radha Krisnadi (YB7RDH), Ketua ORDA Kaltim Aji Ilmuddin (YB7UN).
Editor : Eddy Dharmawan



















