Wartaniaga.com, Kotabaru – Akselerasi transformasi digital di lingkungan pemerintahan bak pisau bermata dua. Di satu sisi mempermudah pelayanan publik, namun disisi lain mengintai ancaman kebocoran data.
Menyikapi hal itu, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Kotabaru bergerak cepat membentengi sistem informasi mereka.
Langkah konkret dilakukan dengan menggelar Sosialisasi Manajemen Risiko Keamanan Informasi di Aula Bamega Kantor Bupati Kotabaru, Sebelimbingan, Selasa (23/6).
Agenda ini menyasar seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan kecamatan se-Kabupaten Kotabaru.
Kegiatan dibuka resmi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kotabaru, H Eka Saprudin. Turut berhadir Kepala Diskominfo Kotabaru Gusti Abdul Wakhid, serta narasumber andal dari Diskominfo Provinsi Kalimantan Selatan, Erix Agus Panca.
“Data merupakan aset penting pemerintah. Selain harus dijaga ketat keamanannya, data juga wajib terus diperbarui (update) agar menjadi dasar yang akurat dalam penyusunan kebijakan pembangunan,” tegas Sekda Kotabaru, H Eka Saprudin.
Eka mengingatkan, aparatur sipil negara (ASN) jangan hanya terlena dengan kemudahan teknologi, melainkan harus peka terhadap potensi ancaman siber yang terus mengintai.
Sementara itu, Kepala Diskominfo Kotabaru, Gusti Abdul Wakhid tak menampik jika perkembangan teknologi menghadirkan tantangan besar, baik gangguan teknis maupun nonteknis.
Menurutnya, penerapan manajemen risiko bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kewajiban.
“Ini demi memastikan seluruh data penting dan informasi milik pemerintah tetap terlindungi dari potensi penyalahgunaan oleh pihak luar,” cetus Wakhid.
Di tempat yang sama, Kabid Komunikasi Publik dan Persandian Diskominfo Kotabaru, Hj Mariana selaku ketua panitia berharap, lewat sosialisasi ini seluruh perangkat daerah punya frekuensi yang sama.
Terutama dalam mengidentifikasi, menganalisis, hingga mengesekusi langkah mitigasi jika terjadi gangguan keamanan data di lingkungan kerja masing-masing.
Melalui langkah preventif ini, Pemkab Kotabaru berkomitmen memperkuat tata kelola keamanan siber demi mewujudkan roda pemerintahan digital yang aman, efektif, dan terpercaya.
Reporter: Anaq.
Editor:Hariyadi



















