Mudik Penuh Haru dari Balai Kota Banjarbaru: 176 Warga Berangkat Gratis, Menuju Pelukan Kampung Halaman

Kadishub Mirhansyah, saat cek bus dan warga Banjarbaru yang akan mudik (Foto : MCBjB)

Wartaniaga.com, Banjarbaru – Pagi yang cerah di halaman Balai Kota Banjarbaru, Rabu (18/3), terasa berbeda. Sejak pukul 08.00 WITA, raut wajah bahagia dan penuh harap terpancar dari ratusan warga yang bersiap memulai perjalanan pulang ke kampung halaman.

Pemerintah Kota Banjarbaru secara resmi melepas peserta program Angkutan Mudik Lebaran Gratis Tahun 2026—sebuah ikhtiar menghadirkan kebahagiaan di momen yang paling dinanti, Idulfitri.

Pelepasan dilakukan oleh Kepala Dinas Perhubungan Kota Banjarbaru, Muhammad Mirhansyah, mewakili Walikota Banjarbaru, Hj Erna Lisa Halaby. Dalam sambutan yang dibacakan, tersirat makna mendalam tentang mudik sebagai lebih dari sekadar perjalanan, melainkan jembatan rindu yang menghubungkan kembali keluarga dan sanak saudara.

“Program ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah agar masyarakat dapat mudik dengan aman, nyaman, dan tertib. Sekaligus mengurangi kepadatan kendaraan di jalan raya,” ucap Mirhansyah, menyampaikan pesan Walikota.

Tak hanya melepas, pemerintah juga menitipkan doa dan pesan keselamatan. Para pemudik diimbau untuk menjaga ketertiban, mematuhi arahan petugas, serta mengutamakan keselamatan selama perjalanan, agar kebahagiaan bertemu keluarga dapat dirasakan dengan utuh, hingga kembali lagi ke Banjarbaru.

Antusiasme masyarakat yang tinggi dijawab dengan kesiapan matang. Sebanyak 8 armada bus dikerahkan, terdiri dari 5 bus medium dan 3 bus mikro, yang mengangkut total 176 penumpang pada keberangkatan hari ini.

Perjalanan mereka mengarah ke wilayah Banua Anam, enam kabupaten yang menjadi tujuan utama, yakni Kabupaten Tapin, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara, Balangan, dan Tabalong. Di sanalah, kampung halaman menanti, bersama cerita masa kecil, kehangatan keluarga, dan pelukan yang telah lama dirindukan.

Demi memastikan perjalanan berjalan lancar hingga tujuan akhir, Dinas Perhubungan Banjarbaru juga telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat. Setibanya di tujuan, para pemudik akan disambut dan difasilitasi untuk melanjutkan perjalanan hingga ke kecamatan masing-masing.

Di balik deru mesin bus yang mulai bergerak, terselip doa-doa yang terpanjat. Mudik kali ini bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi perjalanan hati—menuju rumah, menuju cinta yang selalu menunggu.

Editor : Eddy Dharmawan

Pos terkait