Wartaniaga.com, Banjarbaru – Suasana berbeda menyelimuti rumah dinas Walikota Banjarbaru pada Sabtu (21/3). Tanpa tenda megah, tanpa sajian berlimpah, perayaan Idulfitri kali ini justru terasa lebih hangat dan sarat makna.
Walikota Banjarbaru, Hj Erna Lisa Halaby, memilih merayakan Lebaran secara sederhana. Sikap ini sejalan dengan imbauan Presiden RI, Prabowo Subianto, agar para kepala daerah tidak berlebihan dalam merayakan hari kemenangan.
Namun, kesederhanaan itu tidak mengurangi esensi silaturahmi. Di ruang tamu rumah dinas, kehangatan begitu terasa saat Walikota Lisa menyambut rombongan dari Yayasan Tuna Netra Nusantara (YKTN) yang dipimpin oleh Sigit Kurniawan.
Rombongan yang datang menggunakan angkutan umum itu disambut dengan senyum tulus. Canda dan tawa pun mengalir, mencairkan suasana Lebaran yang sederhana menjadi penuh keakraban. Kebahagiaan jelas terpancar dari wajah para anggota YKTN yang dapat bersilaturahmi langsung dengan kepala daerah mereka.
Dalam suasana yang hangat tersebut, Walikota Lisa justru menyampaikan permohonan maaf dengan penuh kerendahan hati.
“Seharusnya saya yang datang ke tempat Bapak dan Ibu sekalian,” ujarnya tulus.
Ia menegaskan bahwa kepedulian terhadap penyandang disabilitas bukanlah hal baru baginya. Sejak masih bertugas di bidang kesejahteraan sosial, perhatian itu telah tumbuh, meski kala itu masih terbatas oleh kewenangan.
“Kini, dengan amanah sebagai kepala daerah, upaya itu bisa kita maksimalkan,” ungkapnya.
Lebih dari sekadar pertemuan Lebaran, momen ini menjadi penegasan komitmen Pemerintah Kota Banjarbaru dalam menghadirkan kebijakan yang inklusif dan berkelanjutan. Bagi Walikota Lisa, pembangunan harus dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
“Kita ingin kebijakan yang hadir untuk semua. Tidak boleh ada yang tertinggal, termasuk saudara-saudara kita penyandang disabilitas. Itu komitmen yang akan terus saya kawal,” tegasnya.
Kehangatan pertemuan semakin terasa ketika pihak YKTN mengundang Wali Kota untuk menghadiri pengajian rutin bulanan mereka. Tanpa ragu, ia menyatakan kesediaannya.
“Insya Allah saya akan datang. Saya ingin hadir bukan sebagai wali kota, tetapi sebagai bagian dari keluarga besar yang saling menguatkan,” tandasnya.
Di tengah kesederhanaan, perayaan Idulfitri di rumah dinas ini justru menghadirkan makna yang lebih dalam, tentang kepedulian, kesetaraan, dan kehangatan kemanusiaan yang tak mengenal batas.
Editor : Eddy Dharmawan




















