Wartaniaga.com, Marabahan- Meningkatkan kompetensi dan kemampuan pelaku UMKM di Batola, Hipmikindo Kabupaten Batola bekerjasama dengan Fakultas Pasca Sarjana (S3) Prodi Bahasa Indonesia Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin menggelar seminar penggunaan Bahasa dalam media promosi produk.
Seminar berjudul “Bahasa Kunci Sukses Komunikasi Bisnis UMKM” dilaksanakan di Rumah UMKM Kab. Batola pada Senin (2/6).
Acara ini menghadirkan Prof. Dr. Jumadi, M.Pd , seorang pakar dari Program Doktor Pasca Sarjana Prodi Bahasa Indonesia ULM sebagai pemateri utama. Menurtnya, seminar ini bertujuan membekali para pelaku UMKM dengan pemahaman mendalam tentang peran vital bahasa dalam meningkatkan efektivitas komunikasi bisnis mereka.
Prof Jumadi secara komprehensif menguraikan bagaimana bahasa bukan sekadar alat penyampai informasi, melainkan fondasi utama dalam membangun citra merek, kepercayaan pelanggan, dan loyalitas jangka panjang.

Ia menekankan bahwa setiap interaksi, baik lisan maupun tulisan, baik secara langsung maupun melalui media digital, adalah cerminan dari profesionalisme dan nilai-nilai UMKM.
Materi seminar mencakup berbagai aspek krusial, mulai dari prinsip-prinsip komunikasi efektif seperti kejelasan, keringkasan, ketepatan, dan kesopanan, hingga aplikasi praktis dalam berbagai skenario bisnis.
Peserta diajak memahami bagaimana pilihan kata dan gaya bahasa dapat memengaruhi keputusan pembelian saat berjualan secara langsung, cara merespons keluhan pelanggan dengan empati dan solusi, serta strategi menyusun konten pemasaran digital yang menarik dan persuasif.
“Bagi UMKM, kemampuan berbahasa yang baik adalah investasi jangka panjang yang tidak boleh diremehkan,” ujarnya.
Pelaku UMKM, tambahnya harus bisa memahami audiens, menggunakan bahasa yang tepat di setiap platfor. “ Perlu menjaga konsistensi nada bicara merek, UMKM dapat secara signifikan meningkatkan daya saing dan jangkauan pasar mereka.” Tuturnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi,Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Batola, M Wahyu Adibawono mengakui pentingnya membuat kemasan yang menarik dan mengurus administrasi usaha.
Dirinya berharap pelaku usaha di Batola bisa lebih mengembangkan usahanya tidak terfokus pada satu produk saja. “ Ketika sudah memahami Bahasa, membangun merek diharapkan pelaku UMKM bisa dapat memperluasa penjualanya serta menambah produknya,” ucapnya.
Wahyu mengungkapkan Disperindag akan bekerjasama dengan Kejaksaan untuk membuat payung Hukum bagi pelaku usaha,sehingga pelaku usaha bisa memahami tentang Hukum dalam berusaha. “ Salah satu kewajiban kami adalah melindungi mereka, jadi kaya juga siapkan paying hukumnya,” terangnya.
Sedangkan Ketua Hipmikindo Noor Ifansyah berharap kegiatan ini bisa sering dilaksanakan bersinergi dengan pihak-pihak terkait.
“ Hendaknya ilmu dan tips praktis yang disampaikan pada kegiatan ini dapat segera diimplementasikan oleh para peserta UMKM, sehingga mereka mampu mengoptimalkan strategi komunikasi bisnis mereka dan mencapai kesuksesan yang lebih besar,’ harap Irfan.
Antusiasme peserta terlihat jelas sepanjang seminar. “Mereka aktif berinteraksi, mengajukan pertanyaan, dan berbagi pengalaman yang relevan dengan tantangan komunikasi dalam bisnis mereka.
Hal ini menunjukkan betapa relevan dan dibutuhkan topik ini oleh para pelaku UMKM untuk mengembangkan usaha mereka di era digital saat ini,” tutupnya.
Reporter : Norjenah
Editor : Fairuz Reza



















