Demi Kepentingan Ummat, Pajak Boleh Dipungut

DR H Abd Rochim Al-Audah, M.Ag

Wartaniaga.com Banjarmasin – Pemberlakuan pajak diperbolehkan dengan tujuan yang jelas dan demi kepentingan ummat. Hal tersebut dikatakan oleh Penulis Buku Pemikiran Politik Syeikh Al-Banjari, Dr. H. Abd. Rochim Al-Audah, M.Ag saat diwawancarai pada acara seminar dan peluncuran buku Pajak dan Syariat Islam, Kamis,(27/7).

Menurutnya, masyarakat tidak perlu takut dengan pajak, sebab pajak diberlakukan untuk kepentingan ummat, dimana dananya akan dialokasikan untuk kemaslahatan bersama.

“Kebijakan pajak ini berdasarkan fatwa hukum Sultan yang mengambil pajak dari rakyat dalam kitab fathul khudi. Seorang Sultan boleh mengambil pajak dari rakyat selama demi kepentingan ummat tanpa mendzolimi” ucapnya.

Dikatakannya, permasalahan sekarang ialah masyarakat merasa kehilangan jika membayar pajak, padahal ketika pajak itu digunakan untuk perbaikan jalan, maka hal tersebut menjadi amal jariyah.

Menamggapi terkait penagihan pajak yang tidak humanis, Abd.Rochim mengungkapkan hal tersebut hanyalah oknum tertentu yang tetap tidak berhak mengambil pajak.

“Beberapa oknum memang ada yang seperti itu namun mereka tetap tidak boleh mengambil pajak, harus tetap pada jalur tugas dan koordinasinya,” katanya mengakhiri.

Reporter : Alifah Nur Na’ima
Editor : Nirma Hafizah

Pos terkait

banner 468x60