Mengenal Pulau Curiak, Habitat Undang, Bawal Hingga Bekantan

  • Whatsapp
L

Wartaniaga.com, Marabahan – Pulau Curiak mungkin tak setenar pulau Kembang yang sudah puluhan tahun menjadi salah satu objek wisata di Banjarmasin. Terlebih lagi, pulau Curiak baru sekitar 5 tahun belakangan dikelola dan dijadikan salah satu konservasi bagi hewan khas Kalimantan yakni Bekantan.

Namun, tahukah anda pulau yang terletak di desa Anjir Muara, Kabupaten Barito Kuala (Batola) ini menyimpan banyak kekayaan hayati, mulai dari habitat ikan, Mangrove sampai Bekantan.

Nafisah, relawan Sahabat Bekantan Indonesia.

Mempunyai luas kurang lebih 3,9 hektar, pulau ini ditumbuhi berbagai tanaman mangrove terutama pohon Rambai Padi atau dengan nama Latin Sonneratia Caseolaris.

Pohon Rambai Padi inilah menjadi salah satu habitat Bekantan dan merupakan makanan untuk berkembang biak hewan endemik pulau Borneo tersebut.
Bukan itu saja, tumbuhan berakar memiliki struktur akar udara (aerial roots) ini juga berfungsi mengikat tanah dan menyaring polusi air.

BACA JUGA:  Disbudpar Prediksi Puluhan Ribu Warga Ramaikan Malam Pergantian Tahun

Selain itu, banyaknya akar pada pohon Mangrove juga sangat berguna untuk berkembangbiaknya ikan air tawar seperti Undang, Bawal, Jelawat, ikan Seluang dan berbagai ikan sungai lainnya.

Berjarak sekitar 20 km dari kota Banjarmasin, Pulau Curiak berdekatan juga dengan objek wisata lainnya seperti Jembatan Barito, Pulau Bakut yang juga tempat pelestarian hewan Endemik ini.

Ada 2 cara yang ditempuh apabila anda ingin berkunjung kepulau ini. Melalui jalur darat dengan mobil dari arah Banjarmasin bisa melalui desa Anjir Muara dan langsung ke desa Kanoko, selanjutnya naik perahu ke pulau curiak.

L

Pos terkait